Penyuluh Agama Islam Medan Amplas Sampaikan Kajian Tasawuf, Tekankan Integritas dan Pencegahan Kemungkaran

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. H. Syarto Syarif, LC., MA., menyampaikan kajian Maghrib–Isya bertema akhlak tasawuf di Masjid Baiturrahmah, Jalan Sisingamangaraja Km. 5, Harjosari I, Medan Amplas, Selasa (19/04/2026).

Dalam tausiyahnya, Dr. Syarto mengangkat salah satu pesan penting dari Hadis ke-9 dalam kitab Arba’in Nawawi, yakni “at-Tasydid fi Ijtinabi al-Munhiyat wa Isti’shali Judzuri al-Fasad” yang bermakna penegasan sikap tegas dalam menjauhi segala yang dilarang, disertai upaya menyeluruh untuk mencabut hingga ke akar segala bentuk kerusakan.

Ia menjelaskan bahwa Islam tidak hanya menuntut umatnya untuk meninggalkan hal-hal yang haram, tetapi juga mendorong langkah preventif secara sistematis guna mencegah munculnya sebab-sebab kemungkaran sejak dini. Menurutnya, metode syariat Islam bersifat komprehensif, dimulai dari hulu hingga hilir dengan menutup seluruh celah yang berpotensi menimbulkan kerusakan.

“Islam mengajarkan pencegahan, bukan sekadar penindakan. Semua pintu yang mengarah kepada kerusakan harus ditutup sejak awal,” tegasnya di hadapan jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Syarto juga membagikan pengalaman pribadinya saat mengajar di sekolah maupun di lingkungan kampus. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, salah satunya dengan menolak segala bentuk pemberian dari mahasiswa selama masih dalam masa perkuliahan.

“Saya pernah menyampaikan kepada mahasiswa, ‘jangan memberikan hadiah kepada saya selama masih ada kontrak perkuliahan’. Ini merupakan bagian dari pendidikan integritas agar tidak terbiasa dengan hal-hal yang berpotensi merusak nilai kejujuran,” ungkapnya.

Kegiatan pengajian ini turut dihadiri Ketua BKM Masjid Baiturrahmah, H. Suliyono, bersama puluhan jamaah yang mengikuti kajian dengan penuh antusias dan kekhusyukan. Suasana berlangsung khidmat, dengan penekanan pada pentingnya menjaga diri dari pelanggaran syariat serta membangun sistem kehidupan yang bersih dari akar-akar kerusakan.

Sebagai penutup, rangkaian kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan salat Isyrāq secara munfarid (sendiri-sendiri), menambah nilai ibadah setelah kajian. Melalui kegiatan ini, diharapkan jamaah semakin memahami pentingnya bersikap tegas dalam menjauhi larangan serta mampu membangun integritas pribadi dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi ajaran Islam yang menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *