Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Amplas, Dr. H. Syarto Syaril, Lc., M.A., menyampaikan kajian Maghrib hingga Isya pada Ahad (19/04/2026) di Masjid As Sa’adah, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas. Kegiatan ini menjadi pengajian perdana pasca Ramadhan dengan mengangkat tema “Iman bukan sebatas keyakinan, tetapi implementasi sosial.”
Dalam pemaparannya, Syarto Syaril menjelaskan bahwa iman tidak berdiri sendiri, melainkan mencakup tiga dimensi utama, yaitu al-qalb (keyakinan dalam hati), iqrar bil lisan (pengakuan dengan lisan melalui kalimat tauhid), serta al-af‘āl bil jawāriḥ (implementasi melalui perbuatan).
Ia menegaskan bahwa keimanan yang benar harus tercermin dalam perilaku sosial yang baik. Menurutnya, seseorang tidak cukup hanya memiliki keyakinan secara individu, tetapi juga harus mampu membangun hubungan yang harmonis dengan sesama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Iman itu tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus terlihat dalam akhlak dan muamalah kita terhadap orang lain,” ujarnya di hadapan jamaah.
Sebagai penguat, ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” Hadis tersebut, lanjutnya, menjadi landasan penting dalam membangun ukhuwah Islamiyah, khususnya dalam momentum Syawalan dan Lebaran, di mana umat Islam diajak untuk saling memaafkan, berlapang dada, dan mempererat silaturahmi.
“Mencintai saudara itu bukan sekadar ucapan, tetapi diwujudkan dengan sikap memaafkan, membuka hati, dan menjaga hubungan baik,” tambahnya.
Pengajian ini turut dihadiri Ketua BKM Masjid As Sa’adah, H. Waizul Qarni, M.A., bersama puluhan jamaah yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan kekhusyukan.
Kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaah, yang semakin menambah nilai ibadah dalam majelis tersebut. Melalui pengajian ini, diharapkan jamaah semakin memahami bahwa aqidah yang benar harus melahirkan akhlak yang mulia serta mampu memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat, khususnya dalam suasana pasca Ramadhan.

