Semarang (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kota Medan, Damri Tambunan, turut hadir dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari rombongan Kafilah Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (12/9/2026). Kehadiran tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap para peserta yang mengikuti berbagai cabang musabaqah sekaligus momentum untuk memberikan semangat kepada generasi muda yang membawa nama Sumatera Utara dalam ajang nasional tersebut.
Kehadiran para pendamping dan pembina di tengah rangkaian MTQ Nasional memiliki arti penting bagi peserta, khususnya anak-anak dan generasi muda yang mengikuti kompetisi Al-Qur’an. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk pendampingan selama pelaksanaan perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan motivasi dan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Di sela-sela rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI, Damri Tambunan berkesempatan mengunjungi Serambi Nusantara Expo, khususnya stand Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menjalin silaturahmi sekaligus memperoleh informasi mengenai berbagai program pembinaan keagamaan, penguatan literasi keislaman, serta perkembangan peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, pihak Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI memberikan cendera mata berupa buku Ekoteologi kepada Damri Tambunan selaku Penyuluh Agama Islam Kota Medan. Buku tersebut menjadi tambahan referensi yang dinilai relevan dengan tugas penyuluh, khususnya dalam mengembangkan materi pembinaan keagamaan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah, tetapi juga dengan persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Konsep ekoteologi sendiri memiliki relevansi dalam membangun kesadaran keagamaan mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Alam dipandang sebagai amanah yang perlu dirawat bersama, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi bagian dari pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Penyuluh Agama Islam, referensi semacam ini dapat memperkaya materi penyuluhan agar semakin kontekstual dengan kebutuhan masyarakat.
Damri Tambunan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan serta pemberian buku tersebut. Menurutnya, buku Ekoteologi dapat menjadi bahan pengayaan bagi para penyuluh dalam mengembangkan materi pembinaan yang relevan dengan berbagai persoalan kehidupan masyarakat, termasuk pentingnya membangun kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Terima kasih atas sambutan dan perhatian dari Ditjen Bimas Islam. Buku Ekoteologi ini tentu sangat bermanfaat sebagai referensi bagi kami para penyuluh dalam menyampaikan dakwah yang tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Damri Tambunan.
Ia berharap referensi yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan tugas penyuluhan di tengah masyarakat. Menurutnya, semakin beragam bahan bacaan yang dimiliki penyuluh akan semakin membuka ruang untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan pendekatan yang lebih luas, aktual, dan dekat dengan persoalan kehidupan masyarakat.
Kunjungan ke Serambi Nusantara Expo menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang memberikan pengalaman dan wawasan tambahan bagi rombongan Kafilah Provinsi Sumatera Utara. Selain turut menyaksikan kemeriahan MTQ Nasional XXXI, kehadiran di arena expo juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi serta bertukar informasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pembinaan kehidupan keagamaan.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Provinsi Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi dalam membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan memperluas wawasan keislaman. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi muda sehingga dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

