Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Dampingi Katekumen Stasi Sunggal Perdalam Makna Sepuluh Perintah Allah

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pendampingan katekumen di Aula Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (27/10/2026), pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh tiga orang katekumen, yakni Lia Pardede, Daud Tarigan, dan Marsius Naibaho, dengan materi pendalaman Sepuluh Perintah Allah sebagai bagian penting dalam pembinaan iman dan persiapan menjadi anggota Gereja Katolik.

Pendampingan ini bertujuan memperkuat pemahaman para katekumen mengenai Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup dalam membangun hubungan yang harmonis dengan Allah dan sesama. Dalam pembelajaran tersebut, peserta diajak memahami bahwa Sepuluh Perintah Allah bukan sekadar aturan yang harus diketahui dan dihafalkan, melainkan tuntunan moral Kristiani yang mengajarkan nilai-nilai kasih, kesetiaan, kejujuran, penghormatan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparan materi, dijelaskan bahwa tiga perintah pertama menekankan pentingnya hubungan manusia dengan Allah, yaitu mengasihi Allah, menghormati nama-Nya, dan menguduskan hari Tuhan. Sementara itu, tujuh perintah berikutnya mengarahkan manusia untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama, antara lain dengan menghormati orang tua, menjaga kehidupan, memelihara kesetiaan dalam perkawinan, menghormati hak milik orang lain, berkata benar, serta mengendalikan keinginan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Seluruh ajaran tersebut menjadi dasar bagi umat untuk mewujudkan kasih dalam perkataan maupun tindakan.

Para katekumen juga diajak merefleksikan penerapan Sepuluh Perintah Allah dalam kehidupan nyata, baik di lingkungan keluarga, Gereja, maupun masyarakat. Sikap menghormati orang tua, berkata jujur, tidak menyakiti sesama, menghindari fitnah, serta bertindak adil menjadi contoh konkret penghayatan iman Kristiani. Melalui refleksi ini, peserta diharapkan semakin menyadari bahwa iman perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Injil dan membawa kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya.

Penyuluh Agama Katolik, Roni, menyampaikan bahwa pendalaman Sepuluh Perintah Allah merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan hati nurani para katekumen. “Sepuluh Perintah Allah hendaknya tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi dihayati dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih kepada Allah, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama,” ungkap Roni. Ia berharap pembelajaran tersebut dapat membantu para katekumen bertumbuh dalam iman serta menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Lia Pardede, Daud Tarigan, dan Marsius Naibaho diharapkan semakin memahami ajaran Gereja Katolik dan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan Kristiani dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan iman yang berkelanjutan di Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal. Dengan pendampingan yang terarah dan pendalaman materi yang bermakna, para katekumen diharapkan semakin teguh dalam iman, mampu mengamalkan Sepuluh Perintah Allah, serta menjadi saksi kasih Kristus melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *