Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan mengadakan penyuluhan keagamaan kepada umat Katolik melalui siaran Radio Maria 104,2 FM pada Kamis (29/10/2026), pukul 13.00–14.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung dari Gedung Catholic Center Christosophia, Lantai 5, Jalan Mataram No. 21, Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, ini mengangkat tema Hari Raya Semua Orang Kudus yang diperingati Gereja Katolik setiap tanggal 1 November. Penyuluhan tersebut bertujuan memperdalam pemahaman umat mengenai makna kekudusan dan mendorong penerapan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.
Program siaran dipandu oleh Ricardo Simamora sebagai host dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Roni Antonius Sitanggang, Demaran Sigiro, dan Zetra Hail Saragih. Melalui dialog interaktif, para narasumber mengajak pendengar memahami bahwa Santo dan Santa bukan sekadar tokoh yang dikenang dalam sejarah Gereja, melainkan teladan iman yang menunjukkan kesetiaan dalam mengikuti Yesus Kristus. Pembahasan juga menekankan bahwa kekudusan bukan hanya diperuntukkan bagi tokoh-tokoh besar, tetapi merupakan panggilan bagi setiap umat beriman sesuai dengan keadaan dan tanggung jawab masing-masing.
Dalam pemaparannya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa Hari Raya Semua Orang Kudus merupakan momentum untuk menghormati seluruh orang kudus, baik yang dikenal luas maupun mereka yang namanya tidak dikenal secara umum. Menurutnya, kekudusan tidak diukur dari popularitas, melainkan dari kesetiaan dalam menghidupi ajaran Kristus, menjalankan kebajikan, serta menghadirkan kasih bagi sesama. “Para kudus mengarahkan kita kepada Kristus. Teladan hidup mereka hendaknya menginspirasi kita untuk semakin setia dalam iman, harapan, dan kasih,” ungkap Roni.
Sementara itu, Demaran Sigiro mengajak umat agar tidak memandang kekudusan sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa kekudusan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti mengasihi keluarga, menghormati sesama, membantu orang yang membutuhkan, serta tetap setia menjalankan tanggung jawab di tengah berbagai tantangan. “Kekudusan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan kasih. Setiap umat memiliki kesempatan untuk menjadi berkat bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat,” ujar Demaran.
Zetra Hail Saragih turut menjelaskan pentingnya mengenal dan meneladani kebajikan para kudus secara nyata. Ia mengajak umat, khususnya keluarga dan kaum muda, untuk menjadikan kisah hidup Santo dan Santa sebagai inspirasi dalam membangun karakter Kristiani, seperti kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama. “Jangan hanya mengenal nama Santo dan Santa, tetapi pelajari kebajikan mereka dan praktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Zetra kepada para pendengar.
Selain membahas makna Hari Raya Semua Orang Kudus, penyuluhan tersebut juga mengulas proses kanonisasi, mulai dari tahap Hamba Allah (Servant of God), Venerabilis, Beato atau Beata, hingga Santo atau Santa. Para narasumber turut menjelaskan pemahaman Gereja Katolik mengenai doa perantaraan para kudus yang tetap berpusat pada Allah dan Yesus Kristus. Melalui materi ini, umat diajak memahami ajaran Gereja secara lebih mendalam sekaligus membangun devosi yang benar, yang diwujudkan melalui peningkatan iman, kasih, kerendahan hati, dan semangat pelayanan.
Melalui kegiatan penyuluhan keagamaan melalui Radio Maria 104,2 FM ini, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan berharap pesan-pesan iman dapat menjangkau lebih banyak umat dan memperkuat kehidupan rohani masyarakat. Peringatan Hari Raya Semua Orang Kudus diharapkan tidak hanya menjadi perayaan liturgis, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk memperbarui komitmen mengikuti Kristus melalui perbuatan nyata. Dengan demikian, umat Katolik diharapkan semakin bertumbuh dalam iman dan mampu menghadirkan kasih serta kebaikan di tengah keluarga, lingkungan Gereja, dan masyarakat luas.

