Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Ajak Umat Memahami Keteladanan Bunda Maria

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, menyampaikan materi tentang Bunda Maria melalui kegiatan Katekese Lima Menit sebelum Perayaan Misa di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal pada Minggu, (24/5/2026). Kegiatan dimulai pukul 09.45 WIB dan diikuti umat dengan penuh perhatian dan antusias.

Kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang beralamat di Jl. Abadi No. 54 Kel. Tanjung Rejo Kec. Medan Sunggal. Katekese singkat ini menjadi bagian dari upaya pembinaan iman umat melalui penyampaian ajaran Gereja Katolik secara sederhana dan mudah dipahami sebelum dimulainya Perayaan Ekaristi.

Dalam kesempatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang membawakan materi mengenai “Dogma Maria Dikandung Tanpa Dosa”. Ia menjelaskan bahwa dogma tersebut mengajarkan bahwa Bunda Maria sejak awal dikandung telah dibebaskan dari dosa asal oleh rahmat Allah sebagai persiapan untuk menjadi Bunda Yesus Kristus.

Selain menjelaskan makna dogma, penyuluh juga mengajak umat untuk meneladani kehidupan Bunda Maria yang penuh ketaatan, kerendahan hati, dan kesetiaan kepada kehendak Allah. Umat diajak untuk semakin mencintai Bunda Maria serta memperdalam iman melalui doa dan kehidupan yang baik dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Roni Antonius Sitanggang juga menekankan bahwa penghormatan kepada Bunda Maria bukanlah bentuk penyembahan, melainkan ungkapan kasih dan penghargaan kepada pribadi yang dipilih Allah untuk melahirkan Yesus Kristus. Ia mengajak umat agar menjadikan Bunda Maria sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang penuh kasih, kesabaran, dan pengharapan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan hidup di tengah keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan Katekese Lima Menit ini, diharapkan umat semakin memahami ajaran Gereja Katolik dan mampu menghayati iman dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan penyuluhan sebelum Misa juga menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat pembinaan rohani umat di wilayah KUA Sunggal.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *