Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Dukung Evaluasi Pelaksanaan Pesparani Katolik 2026

Medan (Humas) — Panitia Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kota Medan Tahun 2026 melaksanakan pertemuan evaluasi sekaligus pembubaran panitia pada Sabtu (10/10/2026), pukul 17.00–19.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Kantor Sekretariat LP3KD Kota Medan, Jalan Karya Mesjid Ujung, Kelurahan Sei Agul, Kota Medan dan dihadiri oleh panitia Pesparani Katolik Kota Medan Tahun 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Roni Antonius Sitanggang, Penyuluh Agama Katolik KUA Kecamatan Medan Sunggal sekaligus Sekretaris Panitia Pesparani Katolik Kota Medan Tahun 2026, turut menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan Pesparani yang telah berlangsung pada 5 September 2026. Evaluasi ini menjadi bagian penting untuk meninjau keberhasilan kegiatan, mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan, serta menghimpun pengalaman dan pembelajaran dari seluruh rangkaian acara.

Roni Antonius Sitanggang menyampaikan bahwa pelaksanaan Pesparani Katolik Kota Medan Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama, koordinasi, dan keterlibatan seluruh panitia. Keberhasilan tersebut merupakan hasil komitmen bersama dalam mempersiapkan setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Menurutnya, evaluasi diperlukan agar pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menyelenggarakan kegiatan serupa pada masa mendatang.

Pembahasan evaluasi mencakup berbagai aspek penyelenggaraan, antara lain koordinasi antarpanitia, kesiapan teknis, pembagian tugas, serta pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan. Selain itu, pertemuan tersebut membahas pembubaran Panitia Pesparani Katolik Kota Medan Tahun 2026 setelah seluruh rangkaian tugas kepanitiaan selesai dilaksanakan. Momen ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menyampaikan apresiasi atas dedikasi, waktu, tenaga, dan pemikiran yang telah diberikan oleh setiap anggota panitia.

Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan dukungan dan apresiasi atas pelayanan yang telah diberikan oleh Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, khususnya Roni Antonius Sitanggang, dalam mendampingi dan memberikan pencerahan kepada umat. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan, menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi pelayanan Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal yang senantiasa berupaya memberikan solusi dan pendampingan kepada umat dalam berbagai hal. Kehadiran penyuluh agama diharapkan dapat memberikan pencerahan, memperkuat iman, serta menumbuhkan semangat toleransi dan kerukunan, sehingga tercipta kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Agus Salim.

Melalui pertemuan evaluasi dan pembubaran panitia ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kerja sama yang telah terbangun selama pelaksanaan Pesparani Katolik Kota Medan Tahun 2026 dapat terus dipelihara. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan berikutnya sekaligus memperkuat pembinaan iman, persaudaraan, dan partisipasi umat Katolik dalam kehidupan menggereja. Dukungan KUA Medan Sunggal terhadap pelayanan penyuluh agama juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan rukun dalam keberagaman.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *