Penyuluh Katolik KUA Medan Sunggal Bimbing Umat Memahami Tradisi Doa Rosario

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan pendampingan iman kepada umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta Stasi Sunggal melalui kegiatan pendalaman materi bertema “Tradisi Berdoa Rosario”, Kamis (8/10/2026), pukul 20.00–21.30 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah keluarga L. Naibaho/Br. Sembiring, Jalan Bunga Raya, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Rosario yang dirayakan umat Katolik setiap Oktober. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak umat semakin mengenal, memahami, dan menghayati tradisi Doa Rosario sebagai salah satu bentuk devosi yang memiliki makna penting dalam kehidupan rohani Gereja Katolik.

Dalam penyampaian materi, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa Doa Rosario merupakan bentuk doa devosi yang membantu umat merenungkan kehidupan Yesus Kristus melalui peristiwa-peristiwa Rosario dengan bimbingan Bunda Maria. Melalui doa tersebut, umat diajak untuk semakin mengenal Kristus, merenungkan karya keselamatan Allah, serta meneladani iman dan ketaatan Maria terhadap kehendak Tuhan.

Ia juga menjelaskan bahwa tradisi Doa Rosario tidak hanya sebatas mengucapkan doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan, tetapi juga mencakup permenungan atas misteri-misteri kehidupan Kristus. Oleh karena itu, umat diharapkan tidak sekadar melafalkan rangkaian doa, melainkan sungguh-sungguh memahami maknanya dan menerapkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendalaman materi tersebut, umat diajak untuk membiasakan Doa Rosario, baik secara pribadi, bersama keluarga, maupun dalam komunitas lingkungan. Kebiasaan berdoa ini diharapkan dapat mempererat persaudaraan, menumbuhkan ketekunan dalam doa, serta menguatkan umat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan iman, harapan, dan kasih.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pendampingan iman yang dilakukan oleh penyuluh agama Katolik tersebut. Menurutnya, pelayanan keagamaan melalui bimbingan dan penyuluhan sangat penting untuk membantu masyarakat memperdalam pengetahuan agama serta meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Agus Salim berharap para penyuluh agama terus aktif mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan sesuai dengan kebutuhan umat. Ia menegaskan bahwa pemahaman agama yang baik dapat menjadi landasan bagi seseorang untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki perilaku, serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Penyuluh agama harus selalu hadir mendampingi masyarakat dalam pelayanan keagamaan karena umat sangat membutuhkan ilmu pengetahuan agama untuk meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan memperoleh pemahaman agama yang baik, diharapkan umat semakin kuat imannya dan mampu memperbaiki perilaku yang kurang baik dalam dirinya,” ujar Agus Salim.

Melalui kegiatan pendalaman iman ini, diharapkan umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta Stasi Sunggal semakin memahami makna tradisi Doa Rosario dan menjadikan Bulan Rosario sebagai momentum untuk memperdalam kehidupan rohani, meneladani Bunda Maria, serta semakin mendekatkan diri kepada Yesus Kristus.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *