Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., memberikan katekese lima menit kepada umat di Stasi Santo Fransiskus Xaverius pada Minggu (19/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di gereja yang beralamat di Jl. Abadi No.54, Tj. Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, dan diikuti dengan antusias oleh umat yang hadir.
Dalam katekesenya, Roni mengangkat tema “Simbol-Simbol Liturgi” yang mengajak umat untuk memahami bahwa liturgi Gereja Katolik bukanlah sesuatu yang monoton, melainkan kaya akan makna rohani. Ia menegaskan bahwa liturgi merupakan perayaan iman yang hidup, di mana Allah berkarya melalui tanda-tanda yang sederhana namun mendalam dan dapat dirasakan oleh seluruh pancaindra manusia.
Roni menjelaskan bahwa berbagai gerakan dalam liturgi seperti tanda salib, berdiri, berlutut, dan membungkuk memiliki arti yang mendalam. Selain itu, benda-benda liturgi seperti air, minyak, roti, dan anggur juga mengandung makna simbolis yang mengingatkan umat akan karya keselamatan Allah. Ia juga menekankan bahwa dalam Ekaristi, roti dan anggur sungguh menjadi Tubuh dan Darah Kristus sebagai pusat iman Katolik.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa simbol liturgi juga tampak dalam tata ruang gereja seperti altar, ambo, dan tabernakel, serta dalam pengaturan waktu liturgi seperti masa Adven, Natal, Prapaskah, dan Paskah. Tidak hanya itu, musik, keheningan, serta busana liturgi turut memperkaya pengalaman iman umat dalam beribadat, sehingga liturgi menjadi sarana perjumpaan yang mendalam dengan Allah.
Dalam kesempatan tersebut, Roni menyampaikan pesan singkatnya kepada umat, “Melalui simbol-simbol liturgi, Tuhan mengajak kita untuk semakin dekat dengan-Nya. Karena itu, mari kita hayati setiap perayaan iman dengan penuh kesadaran dan keterlibatan hati,” ujarnya. Ia berharap umat semakin mencintai liturgi dan terlibat secara aktif dalam setiap perayaan iman.

