Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Zetra Hail Saragih dan Hekdi Jojada Sinaga, melaksanakan sosialisasi Katekese Lima Menit kepada para Seksi Katekese setiap lingkungan di Paroki Santa Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda Katedral Medan, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 18.30–21.30 WIB tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat DPP lantai atas Paroki Katedral Medan, Jalan Pemuda No. 1, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan katekese agar semakin dekat dengan umat dan mampu menjawab kebutuhan pembinaan iman di lingkungan masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, Hekdi Jojada Sinaga menyampaikan materi mengenai penyusunan Katekese Lima Menit yang mencakup pengertian, latar belakang, makna, serta tujuan pelaksanaannya. Ia menjelaskan bahwa Katekese Lima Menit merupakan salah satu bentuk pewartaan iman yang dapat dilakukan secara sederhana, singkat, dan mudah diterapkan dalam kehidupan umat. Melalui metode tersebut, pesan-pesan iman diharapkan dapat disampaikan secara lebih praktis sehingga umat memiliki kesempatan untuk terus memperdalam dan menghayati iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari.
Hekdi menjelaskan bahwa katekese tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk kegiatan yang panjang dan formal, tetapi dapat dikembangkan melalui penyampaian pesan iman yang singkat namun memiliki makna yang mendalam. Katekese Lima Menit diharapkan mampu menjadi sarana untuk menghubungkan ajaran Gereja dengan pengalaman konkret yang dihadapi umat dalam keluarga, lingkungan, maupun masyarakat. “Katekese Lima Menit diharapkan dapat membantu umat mengenal, memahami, dan menghidupi iman Katolik melalui penyampaian yang singkat dan mudah dipahami,” ujarnya.
Sementara itu, Zetra Hail Saragih menyampaikan materi mengenai petunjuk dan teknis pelaksanaan Katekese Lima Menit. Materi tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman praktis kepada para Seksi Katekese agar mampu mempersiapkan materi dan melaksanakan katekese secara terarah, singkat, menarik, serta sesuai dengan kebutuhan umat di lingkungan masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan penyaji, pemilihan tema yang relevan, serta penggunaan bahasa yang sederhana agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh umat.
Zetra mengatakan, pemahaman terhadap petunjuk dan teknis pelaksanaan menjadi bagian penting untuk memastikan Katekese Lima Menit dapat dilaksanakan secara konsisten di setiap lingkungan. Menurutnya, para Seksi Katekese memiliki peran strategis dalam membantu membangun komunikasi iman yang dekat dengan kehidupan umat. “Dengan petunjuk yang jelas, para Seksi Katekese dapat melaksanakan Katekese Lima Menit secara terarah dan menjadi sarana penguatan iman umat. Yang terpenting adalah bagaimana pesan yang singkat tersebut dapat menyentuh kehidupan dan mendorong umat untuk menghidupi imannya,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana interaktif, dengan para peserta diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai hal terkait pelaksanaan Katekese Lima Menit di lingkungan masing-masing. Diskusi tersebut menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman sekaligus menggali strategi agar pelaksanaan katekese dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan. Melalui koordinasi antara Penyuluh Agama Katolik dan para Seksi Katekese, diharapkan pelaksanaan katekese di setiap lingkungan dapat semakin tertata serta mampu menjangkau lebih banyak umat.
Sosialisasi Katekese Lima Menit tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat pelayanan pembinaan iman di Paroki Santa Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda Katedral Medan. Kehadiran para Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pendampingan dan sinergi dalam mendukung pertumbuhan iman umat. Dengan metode katekese yang sederhana, komunikatif, dan kontekstual, umat diharapkan semakin mengenal, memahami, menghayati, dan mewujudkan nilai-nilai iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari.

