Medan (Humas) — Menjaga kesehatan merupakan bagian penting dalam membentuk kehidupan yang baik sejak usia dini. Tidak hanya kesehatan jasmani yang perlu diperhatikan, kebersihan hati dan kesehatan rohani juga menjadi bagian penting dalam pertumbuhan anak. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Sadar Kurniawati Harefa, S.Th., melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan tentang kesehatan rohani dan jasmani kepada anak-anak, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut mengajak anak-anak memahami bahwa menjaga kesehatan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembinaan rohani, anak-anak diajak untuk membersihkan hati melalui firman Tuhan, sekaligus menjaga kebersihan tubuh sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri. Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami agar nilai-nilai keagamaan dapat diterapkan dalam kehidupan anak.
Berpedoman pada Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan,” Sadar mengajak anak-anak untuk memahami pentingnya menjaga hati dari pikiran, perkataan, dan perbuatan yang tidak baik. Menurutnya, hati yang baik akan mendorong seseorang untuk menghasilkan perkataan dan tindakan yang baik pula. Karena itu, pembentukan karakter perlu dimulai sejak anak-anak agar mereka terbiasa memilih hal-hal yang positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjaga hati sama pentingnya dengan menjaga tubuh. Kalau tubuh kita harus dibersihkan setiap hari, hati kita juga perlu terus dibersihkan dengan firman Tuhan. Kita harus belajar membuang kebiasaan buruk, seperti berbohong, berkata kasar, iri hati, dan menyakiti teman,” ujar Sadar.
Selain memberikan penguatan rohani, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri. Anak-anak diajak memperhatikan kebersihan kuku sebagai salah satu bagian tubuh yang sering bersentuhan dengan berbagai benda dan dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada penggunaan jeruk nipis sebagai bagian dari aktivitas membersihkan kuku secara sederhana.
Sadar menjelaskan bahwa kebiasaan menjaga kebersihan tubuh perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak terbiasa hidup bersih dan sehat. Kebersihan diri tidak hanya membuat tubuh terasa nyaman, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Karena itu, anak-anak didorong untuk membangun kebiasaan seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, mandi secara teratur, serta menjaga lingkungan tetap bersih.
“Anak-anak perlu memahami bahwa hidup sehat dimulai dari kebiasaan kecil. Kuku yang bersih, tangan yang bersih, tubuh yang bersih merupakan bagian dari menjaga kesehatan jasmani. Sementara hati juga harus dijaga agar tetap bersih melalui doa dan firman Tuhan,” jelasnya.
Menurut Sadar, kesehatan rohani dan jasmani merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan dalam kehidupan anak. Anak yang memiliki kebiasaan hidup bersih sekaligus mendapatkan pembinaan rohani diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang baik. Pendidikan seperti ini perlu dilakukan secara konsisten agar nilai yang disampaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga menjadi kebiasaan.
Ia juga mengingatkan anak-anak agar tidak hanya memperhatikan penampilan luar, tetapi juga memperhatikan apa yang ada di dalam hati. Menjaga hati berarti belajar mengendalikan emosi, menghormati orang lain, menghindari perbuatan yang merugikan, serta membiasakan diri melakukan kebaikan. Dengan demikian, kesehatan rohani dapat tercermin melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya ingin terlihat bersih dari luar, tetapi hati juga harus dijaga. Kalau hati kita baik, kita akan lebih mudah mengasihi teman, menghormati orang tua, mendengarkan nasihat guru, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan,” tutur Sadar.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut mendapat perhatian positif karena materi kesehatan rohani dan jasmani disampaikan secara sederhana serta dekat dengan kehidupan anak-anak. Pendekatan yang melibatkan kebiasaan sehari-hari diharapkan membuat pesan pembinaan lebih mudah dipahami dan diingat. Anak-anak juga diajak menyadari bahwa menjaga kesehatan dan karakter bukan sesuatu yang sulit apabila dilakukan secara rutin.
Melalui kegiatan tersebut, Sadar berharap anak-anak dapat mulai membangun kebiasaan hidup bersih sekaligus membangun kehidupan rohani yang baik. Firman Tuhan diharapkan menjadi pedoman dalam menjaga hati, sementara kebiasaan hidup bersih menjadi bagian dari tanggung jawab dalam menjaga tubuh yang telah dipercayakan Tuhan.
“Mulailah dari hal-hal sederhana. Bersihkan tubuh, jaga kebersihan kuku dan tangan, tetapi jangan lupa membersihkan hati melalui firman Tuhan. Ketika tubuh sehat dan hati terjaga, kita akan lebih siap bertumbuh menjadi anak yang baik, sehat, dan menjadi berkat bagi orang lain,” pungkas Sadar.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelayanan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan dalam memberikan pembinaan yang menyentuh kebutuhan kehidupan sehari-hari. Penguatan rohani yang dipadukan dengan edukasi mengenai kesehatan jasmani diharapkan dapat membantu anak-anak memahami bahwa menjaga diri merupakan bagian dari kehidupan yang bertanggung jawab. Dengan pembiasaan sejak dini, nilai-nilai iman, kebersihan, dan kesehatan diharapkan dapat tumbuh bersama dalam diri anak-anak.

