Medan (Humas) — Dalam kondisi sakit dan menjalani perawatan, seseorang membutuhkan dukungan bukan hanya secara fisik, tetapi juga penguatan secara rohani. Hal tersebut menjadi perhatian Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Sadar Kurniawati Harefa, S.Th., melalui kegiatan pendampingan rohani kepada lanjut usia (lansia) yang sedang sakit di Rumah Sakit Elisabet Medan, Senin (7/9/2026). Pendampingan tersebut mengangkat tema “Tuhan Penopang Hidupku” dengan berpedoman pada Mazmur 43:1.
Dalam pendampingan tersebut, Sadar memberikan penguatan iman kepada lansia agar tetap memiliki pengharapan dan keteguhan hati selama menjalani masa perawatan. Kondisi sakit terkadang dapat menimbulkan rasa khawatir, takut, maupun kelelahan secara emosional, terutama bagi mereka yang telah memasuki usia lanjut. Karena itu, kehadiran pendamping rohani diharapkan dapat memberikan ketenangan sekaligus mengingatkan bahwa setiap pergumulan dapat dihadapi dengan tetap bersandar kepada Tuhan.
Berpedoman pada Mazmur 43:1, para lansia diajak untuk semakin percaya bahwa Tuhan senantiasa menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai keadaan. Sakit bukan berarti seseorang kehilangan harapan, melainkan menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan penyerahan diri. Penguatan iman juga diharapkan mampu membantu lansia menjalani proses perawatan dengan hati yang lebih tenang dan penuh pengharapan.
Sadar Kurniawati Harefa menyampaikan bahwa dalam situasi sakit, manusia sering kali merasa lemah dan membutuhkan kekuatan dari luar dirinya. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk tetap menjaga hubungan dengan Tuhan dan percaya bahwa kehidupan berada dalam penyertaan-Nya.
“Tuhan adalah penopang hidup kita dalam setiap keadaan. Ketika tubuh sedang lemah dan kita menghadapi sakit, jangan sampai pengharapan juga menjadi lemah. Tetaplah percaya, berdoa, dan menyerahkan setiap pergumulan kepada Tuhan karena Dia selalu menyertai kita,” ujar Sadar.
Ia juga mengajak para lansia untuk tidak larut dalam kecemasan selama menjalani perawatan. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, serta pendampingan rohani diharapkan dapat menjadi kekuatan yang saling melengkapi bagi pasien dalam menghadapi masa pemulihan. Menurutnya, perhatian sederhana melalui doa, percakapan yang menenangkan, dan penguatan iman dapat memberikan makna besar bagi seseorang yang sedang berada dalam kondisi sakit.
Kegiatan pendampingan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian Penyuluh Agama Kristen dalam menghadirkan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Pelayanan tidak hanya dilakukan di tempat-tempat ibadah, tetapi juga menyentuh mereka yang sedang menghadapi keterbatasan, termasuk para lansia yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Melalui kegiatan ini, para lansia diharapkan semakin dikuatkan dalam iman dan memiliki pengharapan untuk menjalani setiap proses yang sedang dihadapi. Pesan “Tuhan Penopang Hidupku” menjadi pengingat bahwa dalam keadaan sehat maupun sakit, manusia tetap dapat menemukan kekuatan ketika berserah dan percaya kepada Tuhan.
Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen terus mendorong pembinaan dan pendampingan rohani yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran penyuluh di tengah mereka yang membutuhkan diharapkan dapat memberikan ketenangan, penguatan iman, serta menumbuhkan keyakinan bahwa tidak seorang pun harus menghadapi pergumulan hidup seorang diri.

