Medan (Humas) — Pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja, terutama di tengah berbagai tantangan pergaulan dan perkembangan lingkungan sosial. Untuk memberikan penguatan iman sekaligus membentuk karakter yang positif, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan bina rohani bagi para remaja di Yayasan Evangeline Booth, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Karakterku sebagai Remaja Kristen” dengan berpedoman pada firman Tuhan dalam Amsal 13:2.
Kegiatan bina rohani tersebut dibimbing oleh Penyuluh Agama Kristen, Sadar Kurniawati Harefa, S.Th. Dalam penyampaian materi, para remaja diajak memahami bahwa karakter merupakan bagian penting yang menunjukkan bagaimana seseorang menerapkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari. Seorang remaja Kristen tidak hanya diharapkan memiliki pemahaman tentang firman Tuhan, tetapi juga mampu menunjukkan sikap yang baik melalui perkataan, tindakan, dan cara berinteraksi dengan orang lain.
Berpedoman pada Amsal 13:2, pembinaan diarahkan agar para remaja memahami pentingnya menjaga perkataan dan perilaku. Setiap tindakan dan ucapan memiliki konsekuensi sehingga remaja perlu belajar mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi berbagai pengaruh lingkungan serta menentukan pilihan yang dapat membangun masa depan.
Sadar Kurniawati Harefa menyampaikan bahwa masa remaja merupakan tahap penting dalam pembentukan kepribadian. Karena itu, remaja perlu memiliki dasar iman yang kuat agar mampu membedakan hal yang baik dan kurang baik serta tidak mudah terbawa oleh pengaruh negatif di lingkungan sekitar.
“Karakter tidak terbentuk dalam satu hari, tetapi melalui kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Sebagai remaja Kristen, kita dipanggil untuk menunjukkan karakter yang baik melalui perkataan, sikap, dan tindakan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi bagian dari proses membentuk pribadi kita di masa depan,” ujar Sadar.
Ia juga mengajak para remaja untuk membangun kebiasaan positif, seperti berkata jujur, menghormati orang lain, bertanggung jawab, mengendalikan diri, serta berani mengambil keputusan yang benar meskipun tidak selalu mudah. Menurutnya, iman yang dimiliki harus tercermin dalam kehidupan nyata sehingga kehadiran remaja Kristen dapat menjadi teladan dan membawa pengaruh positif bagi lingkungan.
Melalui kegiatan bina rohani ini, para remaja diharapkan semakin memahami pentingnya membangun karakter berdasarkan nilai-nilai Kristiani. Pembinaan tidak hanya menjadi ruang untuk menerima materi keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para remaja untuk melakukan refleksi terhadap sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen terus mendorong pelaksanaan pembinaan keagamaan yang menyentuh berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu remaja memiliki iman yang semakin kuat, karakter yang baik, serta kemampuan menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana dan bertanggung jawab.

