Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Verawati Butar-butar, M.Pd., turut berperan dalam kegiatan bimbingan rohani Lansia Oikumene Primbana yang berlangsung di Aula Primbana. Dalam kegiatan tersebut, Verawati dipercaya menjadi moderator yang memandu rangkaian ibadah umat Kristen. Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai agama sebagai bentuk kebersamaan dalam keberagaman. Kehadiran penyuluh agama dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pendampingan dan penguatan kehidupan rohani bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan agenda yang melibatkan peserta dari berbagai agama. Sebelum ibadah dimulai, pengurus BPK, Dr. Saronisa Ginting, memimpin doa bagi para pelayan yang akan bertugas di mimbar. Selanjutnya, pada pukul 10.00 WIB, umat Kristen melaksanakan ibadah bersama yang diikuti sekitar 300 hingga 350 orang. Verawati Butar-butar memandu jalannya ibadah agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat.
Dalam ibadah tersebut, panitia menghadirkan Biston Simanjuntak dari GKPA sebagai pembicara untuk menyampaikan firman Tuhan. Renungan yang disampaikan mengangkat ayat Alkitab Roma 10:14–15, yang mengajak umat memahami pentingnya iman dan pemberitaan firman Tuhan. “Bimbingan rohani ini menjadi kesempatan bagi kita untuk semakin menguatkan iman, mempererat persekutuan, dan menghidupi nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Verawati. Selain itu, pesan firman Tuhan diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual bagi para lansia dalam menjalani kehidupan.
Sebagai Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan, Verawati turut mendukung kegiatan pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Menurutnya, pendampingan rohani bagi kelompok lansia merupakan bagian penting dalam menjaga semangat iman dan kebersamaan. Sementara itu, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pembina Lansia, Raden Yulia, yang sekaligus menjadi sponsor seluruh pembiayaan acara. Dukungan berbagai pihak menjadi wujud kepedulian terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan dan pelayanan bagi para lansia.
Setelah ibadah selesai sekitar pukul 12.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama yang diikuti sekitar 30 hingga 40 orang pengurus. Momen tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan komunikasi di antara para pengurus. Senada dengan hal itu, kebersamaan dalam kegiatan keagamaan diharapkan dapat memperkuat solidaritas serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Keterlibatan Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Bimbingan rohani bagi lansia diharapkan dapat terus menjadi sarana penguatan iman dan pembinaan spiritual. Selain itu, kegiatan lintas agama yang melibatkan berbagai peserta turut mencerminkan semangat toleransi dan kerukunan. Kemenag Medan diharapkan terus hadir mendukung kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

