Medan (Humas) Penyuluh Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Zetra Hail Saragih, S.Fil., memimpin sekaligus membawakan renungan dalam Ibadat Sabda bersama umat Lingkungan Santo Yoseph Multatuli, Paroki Katedral Medan, pada Kamis (25/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di rumah salah seorang umat di Jalan Multatuli Lk IV Nomor 110, Medan Maimun tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh umat lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Zetra Hail Saragih menyampaikan materi Pendalaman Bulan Liturgi dengan tema “Menyusun Misa Anak-Anak”. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada umat mengenai tata perayaan liturgi yang ramah bagi anak-anak, sehingga mereka dapat mengenal, memahami, dan mencintai Ekaristi sejak usia dini.
Zetra menjelaskan bahwa Misa Anak-Anak merupakan sarana pembinaan iman yang penting dalam kehidupan Gereja. Melalui perayaan yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak, mereka diajak untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai unsur liturgi, seperti membaca doa, membawa persembahan, bernyanyi, memainkan alat musik, hingga melayani dalam perayaan ibadah.
Selain itu, umat diajak memahami bahwa persiapan Misa Anak-Anak perlu dilakukan secara matang, mulai dari pemilihan bacaan Kitab Suci, doa, nyanyian, hingga penyampaian homili dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Dengan demikian, anak-anak dapat lebih mudah menangkap pesan iman yang disampaikan dalam perayaan tersebut. “Misa Anak-Anak bukan sekadar penyesuaian tata perayaan, tetapi menjadi sarana pembinaan iman agar anak-anak mengenal, mencintai, dan menghayati kehadiran Kristus dalam Ekaristi sejak dini,” ujar Zetra.
Dalam renungannya, Zetra juga menegaskan bahwa Liturgi Sabda menjadi sarana penting untuk memperkenalkan Kitab Suci sebagai Sabda Allah yang hidup. Sementara itu, puncak perayaan tetap berada pada Liturgi Ekaristi, di mana anak-anak dibimbing untuk menyadari kehadiran Yesus Kristus dalam roti dan anggur melalui doa, nyanyian, sikap hormat, serta suasana hening yang mendukung penghayatan iman.
Kegiatan pendalaman iman ini berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Melalui pertemuan tersebut, umat Lingkungan Santo Yoseph Multatuli diharapkan semakin memahami pentingnya keterlibatan anak-anak dalam kehidupan menggereja, sehingga mereka dapat bertumbuh dalam iman, mencintai Gereja, dan semakin dekat dengan Allah sejak usia dini.

