Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kota Medan melaksanakan kegiatan bimbingan rohani dan motivasi bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan lantai 3 Gedung Fakultas Ilmu Komputer yang beralamat di Jl. Setia Budi, Tanjung Sari, Medan.
Bimbingan ini mengangkat tema besar Fides et Ratio, yang menyoroti hubungan antara iman dan akal budi dalam kehidupan manusia, khususnya dalam dunia akademik. Tema ini dipilih dilatarbelakangi oleh kurangnya mahasiswa mendalami imannya sehingga perlu ditegaskan bahwa iman dan ilmu pengetahuan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua dimensi yang saling melengkapi dalam pencarian kebenaran.
Materi utama disampaikan oleh Hamma Sitohang, S.Ag., sementara jalannya kegiatan dimoderatori oleh Marulam Nainggolan, S.S. Dalam pemaparannya, narasumber mengajak mahasiswa untuk melihat pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman iman dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi mereka adalah orang-orang intelektual yang kelak akan mengambil peran penting di tengah masyarakat sesuai bidang ilmunya.
Mengutip ajaran Paus Yohanes Paulus II dalam ensiklik Fides et Ratio, Hamma menegaskan, “Iman dan akal budi adalah seperti dua sayap yang digunakan roh manusia untuk terbang menuju kebenaran.” Ia menjelaskan bahwa tanpa keseimbangan keduanya, manusia akan kesulitan mencapai pemahaman yang utuh tentang hidup dan kebenaran sejati.
Lebih lanjut, ia juga mengutip pemikiran Santo Agustinus yang terkenal dengan prinsip “Crede ut intelligas” (Percayalah agar kamu mengerti) dan “Intellige ut credas” (Mengertilah agar kamu percaya). “Dari sini kita belajar bahwa iman dan akal bukan untuk dipertentangkan, tetapi harus berjalan bersama dalam proses pertumbuhan manusia,” ujarnya.
Para mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab. “Materi ini menyadarkan kami bahwa menjadi mahasiswa tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harus memiliki dasar iman yang kuat,” ungkap salah seorang peserta.
Di akhir, moderator menyimpulkan bahwa iman dan kecerdasan intelektual memiliki hubungan yang sejalan. Ia menegaskan, “Beriman dan pintar itu berbanding lurus. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, seharusnya semakin dalam pula imannya.” Ia juga mengutip pemikiran Thomas Aquinas yang tertulis di lingkungan kampus, “Vera scientia populum fidelem docet”, artinya ilmu pengetahuan yang benar menuntun orang beriman.
Bimbingan ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pendampingan iman bagi mahasiswa. Dengan adanya pembinaan yang rutin dan terarah, mahasiswa diharapkan semakin mendalami imannya sehingga mampu memiliki penghayatan moral yang baik sebagai buah dari pengembangan intelektual yang mereka peroleh selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.

