Penyuluh Kristen KUA Medan Sunggal Beri Penguatan Rohani bagi Pasien Rawat Inap di RSU Pirngadi Medan

Medan (Humas)– Tim Penyuluh Agama Kristen fungsional melaksanakan kegiatan pelayanan dan penyuluhan rohani bagi para pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr. Pirngadi, Jl. Perintis Kemerdekaan, Kota Medan, pada Senin (20/07/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan topangan iman, penghiburan, serta motivasi kesembuhan bagi warga yang sedang menjalani perawatan medis. Kehadiran para penyuluh disambut hangat oleh pihak manajemen rumah sakit dan seluruh staf yang bertugas.

Pelayanan kasih ini diinisiasi dan dihadiri langsung oleh tim penyuluh lintas wilayah kerja, antara lain Sindar Purba, S.Th., M.Pd (Penyuluh Kristen KUA Medan Sunggal), Drammes Lumbantobing, S.Th., M.Pd.K, Dra. Risdawati Brutu, M.Pd.K, dan Jetty Sitanggang, S.Th, M.Pd. Guna menjaga kelancaran dan ketertiban di lingkungan perawatan, jalannya penyuluhan ini didampingi secara ketat oleh para kepala ruangan serta para medis yang sedang piket. Seluruh rangkaian kegiatan bergerak di bawah arahan dan koordinasi langsung Kepala Instalasi Rawat Inap RSU Pirngadi.

Dalam kesempatan tersebut, Sindar Purba, S.Th., M.Pd menyampaikan siraman rohani yang berfokus pada tema sentral “Kita Ini Adalah Sebutir Debu”. Materi ini sengaja dipilih untuk membawa setiap pasien pada kesadaran mendalam akan keterbatasan hakiki manusia di hadapan Sang Pencipta. Melalui refleksi ini, pasien diajak untuk melepaskan segala kekhawatiran dan kepasrahan diri secara total, mengingat hidup dan napas manusia sepenuhnya berada di dalam kendali Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pesan penguatan tersebut didasarkan pada visualisasi kebenaran firman Tuhan yang tertulis dalam Kitab Mazmur 103:14, yang berbunyi: “Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.” Sindar menjelaskan bahwa ayat ini bukan untuk melemahkan semangat, melainkan sebuah penegasan bahwa di tengah kerapuhan manusia yang layaknya sebutir debu, ada Allah yang sangat mengenal, mengingat, dan mengasihi hamba-Nya. Kesadaran sebagai debu tanah justru melahirkan penyerahan iman yang utuh bahwa mukjizat kesembuhan adalah hak prerogatif Allah.

Suasana haru dan khidmat menyelimuti ruangan-ruangan perawatan saat tim penyuluh mulai menghampiri bed pasien satu per satu untuk menumpangkan tangan dan menaikkan doa kesembuhan. Kehadiran tokoh agama di tengah masa-masa kritis sakit diakui mampu menurunkan tingkat stres pasien dan memberikan ketenangan batin yang mendukung proses pemulihan fisik. Sinergi antara pengobatan medis dari dokter dan penguatan spiritual dari penyuluh agama menjadi formula holistik yang sangat dibutuhkan pasien.

Kegiatan penyuluhan rohani ini diakhiri dengan apresiasi mendalam dari pihak RSU Pirngadi Medan kepada para penyuluh yang telah mendedikasikan waktu dan perhatiannya. Program penanganan mental spiritual seperti ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan ke depan. Melalui kepedulian yang nyata ini, Kementerian Agama bersama instansi kesehatan setempat berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam urusan administrasi tetapi juga dalam pemenuhan kebutuhan spiritualitas umat.(SP/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *