Melalui Katekese Lima Menit, Penyuluh Katolik KUA Medan Sunggal Ajak Umat Menghayati Makna Tobat

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, menyampaikan materi “Tobat dalam Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat” melalui kegiatan Katekese Lima Menit pada Minggu, 19 Juli 2026, pukul 09.45 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum Perayaan Misa di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang beralamat di Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

Katekese Lima Menit ini merupakan bagian dari pembinaan iman yang rutin diberikan kepada umat sebelum dimulainya Perayaan Ekaristi. Melalui penyampaian materi yang singkat dan mudah dipahami, umat diajak untuk semakin menghayati pentingnya pertobatan sebagai jalan pembaruan hidup serta persiapan yang layak dalam mengikuti Perayaan Ekaristi.

Dalam penyampaiannya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa semangat tobat senantiasa hadir dalam kehidupan Gereja, terutama melalui Sakramen Tobat dan Perayaan Ekaristi. Sakramen Tobat merupakan sarana yang diberikan Kristus untuk mengampuni dosa-dosa dan memulihkan hubungan manusia dengan Allah serta Gereja. Sementara itu, dalam Perayaan Ekaristi, umat juga diajak mengawali ibadat dengan tindakan tobat sebagai ungkapan penyesalan atas dosa-dosa dan kerinduan untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tindakan tobat pada awal Perayaan Ekaristi tidak menggantikan Sakramen Tobat bagi mereka yang menyadari telah melakukan dosa berat. Oleh karena itu, umat diajak untuk memanfaatkan Sakramen Tobat secara teratur agar dapat menyambut Komuni Kudus dengan hati yang bersih, penuh iman, dan layak menerima kehadiran Kristus dalam Sakramen Mahakudus.

Melalui Katekese Lima Menit ini, diharapkan umat semakin memahami hubungan yang erat antara Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi sebagai dua anugerah Allah yang memperbarui kehidupan rohani. Dengan semangat pertobatan yang terus dipelihara, umat diharapkan semakin bertumbuh dalam kekudusan, menghidupi kasih Kristus, serta menjadi saksi iman yang membawa damai dan pengharapan di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal juga mengajak seluruh umat untuk tidak memandang pertobatan hanya sebagai kewajiban, melainkan sebagai anugerah kasih Allah yang membuka kesempatan bagi setiap orang untuk memulai hidup yang baru. Melalui pemeriksaan batin, pengakuan dosa dengan tulus, serta keikutsertaan yang khusyuk dalam.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *