Medan (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan kembali mencatat peristiwa berharga bertambahnya umat Islam. Bertempat di ruang pelayanan KUA setempat pada Selasa (02/06/2026), seorang warga Kelurahan Sei Mati bernama Seven Tampubolon resmi mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan diri masuk ke dalam agama Islam.
Proses sakral pemandu pembacaan kalimat syahadat ini dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam, Sulaiman, S.Th.I. Peristiwa penting ini juga disaksikan oleh Bapak Rasimun, di mana seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh kehangatan setelah seluruh persyaratan administrasi dan syarat sah masuk Islam dinyatakan lengkap.
Kepada pihak KUA, Seven Tampubolon mengungkapkan alasan utamanya memutuskan untuk menjadi muallaf. Ia mengaku langkah ini diambil agar dapat memenuhi syarat sah dalam pernikahan yang akan ia jalani nanti. Namun, keputusan tersebut bukan sekadar formalitas belaka. Seven juga menyampaikan tekad kuatnya untuk terus belajar dan mendalami ajaran agama Islam. Ia berharap kelak dapat menjadi imam dan pemimpin keluarga yang baik, saleh, serta mampu memberikan contoh teladan bagi anggota keluarganya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Sulaiman, S.Th.I dalam keterangannya menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, tidak ada sedikit pun unsur paksaan untuk masuk atau memeluk agama. Menurutnya, keputusan seseorang memeluk Islam sejatinya adalah buah dari hidayah atau petunjuk yang datangnya langsung dari Allah SWT.
“Hidayah merupakan petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT kepada manusia. Dengan hidayah ini, diharapkan seseorang mampu menjalani hidup dengan jalan yang benar dan mencapai kebahagiaan yang hakiki,” ujar Sulaiman saat memberikan pembinaan.
Lebih lanjut, Sulaiman menjelaskan makna mendalam dari hidayah tersebut. Ia mengibaratkan hidayah sebagai cahaya yang diterapkan Allah ke dalam hati manusia, yang berfungsi menerangi jalan hidup agar seseorang mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, serta memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Hidayah adalah anugerah Allah yang sangat berharga. Namun, anugerah ini juga harus dibarengi dengan usaha dan komitmen dari diri manusia itu sendiri untuk terus belajar dan mengamalkan apa yang telah dipahaminya,” tambah Sulaiman, berharap agar Seven Tampubolon senantiasa istiqomah dalam memegang teguh ajaran Islam yang baru saja ia peluk.

