Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, mengisi kegiatan bimbingan dan penyuluhan di Majelis Taklim (MT.) Istiqomah yang beralamat di Jalan Mega, Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (09/06/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jamaah pengajian dengan penuh antusias sebagai bagian dari pembinaan keagamaan rutin yang dilaksanakan majelis taklim.
Dalam ceramahnya, Paidi menyampaikan materi tentang introspeksi akhir tahun Hijriah dan menata bekal takwa untuk masa depan. Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum untuk melakukan muhasabah diri, memperbaiki kekurangan, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pada kesempatan tersebut, Paidi menjelaskan :
“ Bahwa muhasabah akhir tahun Hijriah bukan sekadar mengingat apa yang telah berlalu, tetapi menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, mempererat hubungan sosial, serta menyiapkan bekal takwa yang lebih baik untuk masa depan,” ujar Paidi.
Lebih lanjut Paidi menyampaikan ada Empat langkah untuk muhasabah akhir tahun, langkah pertama dalam muhasabah adalah mengevaluasi ibadah (hablum minallah). Jamaah diajak menilai kembali kualitas ibadah yang telah dilakukan, seperti pelaksanaan salat wajib yang tepat waktu, konsistensi dalam menjalankan salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta melaksanakan qiyamul lail atau salat tahajud. Menurutnya, kedekatan dengan Allah SWT menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim.
Langkah kedua adalah mengevaluasi hubungan sosial (hablum minannas). Paidi mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi, menghormati orang tua, membina hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sesama masyarakat. Seorang muslim yang baik tidak hanya memperhatikan ibadah pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat dan kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.
Selanjutnya, jamaah diajak untuk mengevaluasi penggunaan waktu dan harta yang telah Allah amanahkan. Waktu yang berlalu tidak akan kembali sehingga harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Begitu pula dengan harta yang dimiliki, hendaknya digunakan secara bijaksana, diiringi dengan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan.
Sebagai langkah keempat, Paidi mengajak jamaah untuk menentukan resolusi spiritual yang akan menjadi target perbaikan di tahun mendatang. Resolusi tersebut dapat berupa peningkatan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, serta memperkuat komitmen dalam menuntut ilmu agama. Dengan adanya target yang jelas, diharapkan setiap muslim dapat terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Melalui kegiatan penyuluhan di MT. Istiqomah, jamaah diajak menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum evaluasi diri dan pembenahan spiritual. Dengan melakukan evaluasi ibadah, hubungan sosial, penggunaan waktu dan harta, serta menetapkan resolusi spiritual, diharapkan lahir pribadi-pribadi muslim yang semakin bertakwa, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.(Paidi).

