Medan (Humas) – Rumah tahanan negara (rutan) bukan hanya menjadi tempat penahanan fisik bagi individu yang sedang menjalani proses peradilan, tetapi juga menjadi tempat pembinaan. Kehilangan kebebasan dalam menjalani proses hukum sering kali menimbulkan tekanan psikologis, kecemasan hingga krisis eksistensial bagi warga binaan. Karena itu, pembinaan yang menyentuh aspek mental dan spiritual diperlukan untuk membantu warga binaan menjalani masa pembinaan dengan lebih baik. Bimbingan kerohanian menjadi salah satu upaya yang dapat memberikan penguatan moral, ketenangan jiwa serta motivasi kepada warga binaan agar mampu memperbaiki diri. Pendekatan keagamaan juga diharapkan dapat membantu mereka mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Hal inilah yang dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Drs. H. Fuji, MA, melalui kegiatan bimbingan kerohanian bagi warga binaan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid At-Taubah, lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Jalan Lembaga Pemasyarakatan Nomor 27, Tanjung Gusta, Kota Medan, Senin (21/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Fuji menyampaikan materi tentang “Mengembalikan Ruh Islam dalam Kehidupan Sehari-hari”. Materi diarahkan untuk mengajak warga binaan kembali menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Fuji menjelaskan bahwa menghidupkan kembali ruh Islam dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan melalui beberapa langkah penting. Menurutnya, seorang Muslim perlu meneladani akhlak Rasulullah SAW, mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, serta memperkuat hubungan persaudaraan sesama umat Islam.
“Agar ruh Islam hidup dalam kehidupan sehari-hari, yang pertama adalah meneladani akhlak Rasulullah SAW, kemudian mempelajari Al-Qur’an serta Sunnah Rasul, dan yang ketiga adalah menjalin ukhuwah Islamiyah,” ujar Fuji.
Ia menambahkan, nilai-nilai Islam tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, serta menjaga ukhuwah Islamiyah, warga binaan diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih baik selama berada di rutan maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I, mengapresiasi semangat para penyuluh agama Islam yang terus memberikan pembinaan kepada warga binaan Rutan Kelas I Tanjung Gusta. “Kami sangat mengapresiasi para penyuluh agama Islam yang tetap semangat membina warga binaan dengan memberikan motivasi dan nilai-nilai keagamaan. Pembinaan ini diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan dan stres yang mereka rasakan serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Agus Salim.
Melalui bimbingan kerohanian tersebut, diharapkan warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga memperoleh ketenangan, motivasi dan kekuatan untuk memperbaiki diri. Pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam membentuk kesadaran, akhlak dan kesiapan warga binaan agar kelak mampu kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.(Paidi).

