Penyuluh KUA Medan Sunggal Berikan Bimluh di Ponpes Tahfidz Ma’had An-Najah

Medan (Humas) — Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang senantiasa harus dipelajari, dibaca, dan diamalkan. Menghafal Al-Qur’an atau tahfidz merupakan tradisi mulia yang perlu terus dijaga melalui lembaga pendidikan keagamaan. Pembinaan yang baik tidak hanya menentukan kualitas hafalan, tetapi juga membentuk akhlak dan karakter para santri. Hal inilah yang dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melalui bimbingan dan penyuluhan (bimluh) di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Ma’had An-Najah, Sri Gunting Residence, Jalan Setia Kawan, Kecamatan Sunggal, Rabu (9/9/2026).

Ponpes Tahfidz Qur’an Ma’had An-Najah didirikan oleh Drs. H. Fuji, M.A., yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal. Dengan bekal hafalan Al-Qur’an 30 juz, Fuji memiliki komitmen untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an. Ia mengungkapkan bahwa keinginan tersebut telah lama menjadi cita-citanya dan mulai diwujudkan sejak tahun 2023. “Sudah lama saya ingin menciptakan regenerasi penghafal Al-Qur’an. Alhamdulillah, mimpi tersebut mulai terwujud sejak tahun 2023 dan pada tahun 2026 ini sudah ada 23 santri yang mondok di pesantren ini,” ujar Fuji.

Fuji juga berharap keberadaan pesantren tersebut mendapat dukungan dari para penyuluh agama, khususnya mereka yang memiliki kemampuan dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, kolaborasi para penyuluh dapat memberikan penguatan pembinaan kepada para santri sehingga mereka tidak hanya memiliki hafalan yang baik, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. “Kami berharap para Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam kelompok penyuluh Kemenag Kota Medan, terutama yang memiliki kemampuan bacaan dan hafalan Al-Qur’an, dapat berbagi ilmu untuk bersama-sama membina generasi Qur’ani di ponpes kami,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Paidi memberikan bimbingan kepada para santri yang diawali dengan doa dan membaca Al-Qur’an bersama. Materi kemudian difokuskan pada pengenalan dan pelafalan huruf hijaiyah secara baik dan benar sesuai dengan kaidah tajwid. Paidi menekankan pentingnya ketepatan makhraj dan pelafalan sejak dini agar para santri memiliki dasar bacaan Al-Qur’an yang kuat. “Kita mengajarkan lafaz huruf hijaiyah dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Dasar bacaan harus diperkuat terlebih dahulu agar nantinya para santri dapat membaca Al-Qur’an dengan tepat,” ujar Paidi.

Para santri tampak antusias mengikuti bimbingan yang diberikan. Mereka mengaku lebih mudah memahami materi karena metode pembelajaran yang disampaikan sederhana dan mudah dipraktikkan. Paidi juga memadukan metode pembelajaran membaca Al-Qur’an yang telah digunakan sejak dahulu dengan pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kondisi santri saat ini. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih dua jam dan suasana pembelajaran tetap interaktif hingga kegiatan berakhir.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi kepada Drs. H. Fuji, M.A., yang telah berupaya mewujudkan cita-citanya dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an. Menurutnya, keberadaan Ma’had An-Najah menjadi bagian penting dalam upaya membangun generasi Qur’ani di tengah masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi perjuangan Pak Fuji yang telah berhasil mewujudkan mimpinya untuk menciptakan regenerasi penghafal Al-Qur’an. Walaupun ponpes ini belum sebesar pesantren lainnya, semoga para santri dan alumninya memiliki kesalehan serta kemampuan untuk menyampaikan dakwah di tengah-tengah masyarakat,” ujar Agus Salim.

Kegiatan bimluh tersebut menjadi salah satu bentuk nyata peran Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan generasi muda. Melalui sinergi antara pengelola pesantren dan penyuluh agama, diharapkan para santri Ma’had An-Najah tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki bacaan yang benar, akhlak mulia, serta kemampuan mengamalkan dan menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat. Dengan demikian, pembinaan tahfidz dapat melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *