Pulihkan Mental dan Spiritual, Penyuluh KUA Medan Sunggal Hadir di Medan Plus

Medan (Humas) — Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) merupakan persoalan serius yang tidak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik, tetapi juga mental, sosial, serta masa depan seseorang. Karena itu, proses rehabilitasi tidak semata-mata bertujuan menghentikan ketergantungan, tetapi juga memulihkan kondisi psikologis dan spiritual agar korban penyalahgunaan NAPZA dapat kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat.

Dalam rangka memberikan penguatan mental dan spiritual tersebut, Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi warga binaan rehabilitasi Medan Plus yang beralamat di Jalan Jamin Ginting Pasar 7 Nomor 45, Kelurahan Beringin, Kota Medan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti warga binaan yang beragama Kristen, dengan menghadirkan penyuluh agama sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Penyuluh yang hadir yakni Mahla Tarigan, Asima Manik, Sindar Purba dan Drames Lumbantobing dari KUA Medan Perjuangan.

Kegiatan diawali Mahla Tarigan dengan puji-pujian dan lagu-lagu rohani Kristen. Suasana yang semula tenang menjadi lebih hidup dan penuh sukacita sehingga warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan. Melalui puji-pujian tersebut, para peserta diajak membangun suasana hati yang positif sekaligus menyadari bahwa mereka tetap memiliki harapan untuk bangkit dan menjalani proses pemulihan.

Selanjutnya, Sindar Purba menyampaikan pesan-pesan Alkitab dan firman Tuhan yang menguatkan warga binaan agar tetap memiliki semangat untuk sembuh serta tidak larut dalam keluh kesah. Menurutnya, mengungkapkan pergumulan kepada Tuhan merupakan hal yang manusiawi selama dilakukan dengan ketulusan hati. “Keluh kesah dipandang sebagai sesuatu yang manusiawi dan wajar, asalkan ditujukan langsung kepada Tuhan sebagai bentuk kejujuran hati, bukan berubah menjadi persungutan yang justru menjauhkan diri dari-Nya,” ujar Sindar Purba.

Penguatan tersebut kemudian dipertegas Drames Lumbantobing melalui pembacaan Kitab Mazmur dan Ratapan. Ia menjelaskan bahwa Alkitab juga menggambarkan bagaimana manusia menyampaikan kesesakan dan pergumulan hidupnya kepada Tuhan. “Daud sering mencurahkan sesaknya kepada Allah. Dalam Mazmur 142:3 dikatakan, ‘Di hadapan-Nya aku mencurahkan keluh kesahku, kesesakanku kuberitahukan di hadapan-Nya.’ Ini menunjukkan bahwa setiap orang boleh datang kepada Tuhan dengan segala pergumulannya,” ujar Drames Lumbantobing.

Sementara itu, Asima Manik menutup rangkaian kegiatan dengan memimpin doa bagi kesembuhan dan pemulihan para warga binaan. Doa tersebut menjadi momentum untuk memohon kekuatan, keteguhan hati, serta pertolongan Tuhan agar para peserta mampu melewati proses rehabilitasi dan terbebas dari ketergantungan NAPZA. Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., turut memberikan dorongan kepada para penyuluh agar terus konsisten membina umat. “Saya senantiasa mendorong para penyuluh agama Kristen untuk istiqamah dalam membina umat dan membantu sesama, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan dan ujian kehidupan. Bagi saudara-saudara kita yang telah terjerat narkoba, mari kita bantu dengan memberikan penguatan iman, semangat, dan pendampingan agar mereka memperoleh pemulihan,” ujar Agus Salim.

Kegiatan bimbingan keagamaan di Medan Plus menjadi wujud nyata kepedulian KUA Medan Sunggal dalam mendukung proses rehabilitasi korban NAPZA melalui pendekatan spiritual. Pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan dapat membantu warga binaan membangun kembali harapan, memperkuat iman, serta memiliki motivasi untuk meninggalkan ketergantungan dan kembali menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan diterima di tengah masyarakat. Dengan sinergi antara rehabilitasi, pendampingan sosial, dan penguatan spiritual, proses pemulihan diharapkan tidak hanya menyentuh aspek fisik dan mental, tetapi juga membangun keteguhan batin sebagai bekal untuk memulai kehidupan yang lebih baik.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *