Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal, Sindar Purba, S.Th., M.Pd., melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan kepada pasien di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bina Karsa, Jl. Pales III, Medan, pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan penyuluhan keagamaan dalam memberikan penguatan iman, motivasi, serta pendampingan spiritual bagi pasien.
Dalam kegiatan tersebut, Sindar Purba membawakan materi bertema “Mari Berdiri Tegak”. Pesan tersebut mengajak para pasien untuk tidak menyerah terhadap keadaan, tetapi terus memiliki pengharapan, keberanian, dan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap proses kehidupan. Berdiri tegak dimaknai sebagai sikap untuk tetap kuat menghadapi pergumulan dan terus melangkah bersama pertolongan Tuhan.
Pesan tersebut diperkuat melalui nats Yesaya 41:10: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau.” Firman Tuhan ini menjadi sumber penghiburan dan kekuatan agar setiap pasien menyadari bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam menghadapi setiap pergumulan.
Selain Sindar Purba, kegiatan Bimbingan Penyuluhan juga menghadirkan Drammes Lumbantobing, S.Th., M.Pd.K., Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Perjuangan, sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi “Ayo Sama-Sama Bangkit”, yang mengajak para pasien untuk membangun semangat baru, meninggalkan keterpurukan, serta berani menatap masa depan dengan pengharapan.
Melalui kedua materi tersebut, para peserta diajak untuk membangun pola pikir positif, memperkuat hubungan dengan Tuhan, serta menyadari bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Pendekatan spiritual diharapkan dapat menjadi bagian yang mendukung proses pemulihan dan memberikan ketenangan batin bagi para pasien.
Kegiatan Bimbingan Penyuluhan di RSJ Bina Karsa ini menjadi wujud nyata kehadiran Penyuluh Agama Kristen dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan penguatan rohani. Melalui pelayanan yang dilakukan secara berkesinambungan, diharapkan para pasien semakin memiliki pengharapan, keberanian untuk berdiri tegak, serta semangat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan bersama Tuhan.(SP/PAI).

