Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, melaksanakan bimbingan dan penyuluhan agama Islam (Bimluh) kepada para korban penyalahgunaan NAPZA di Pusat Rehabilitasi Kiki Alam Jaya, Jalan Seroja Raya, Simpang Tanjung Selamat, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Paidi mengangkat tema “Pandangan Hidup Menurut Islam” sebagai bekal spiritual bagi peserta dalam menjalani proses pemulihan diri.
Pada awal penyampaiannya, Paidi mengajak seluruh peserta untuk mengenali hakikat diri sebagai langkah awal mengenal Allah SWT. Menurutnya, setiap manusia perlu memahami asal penciptaannya, tujuan hidupnya, serta menyadari bahwa setiap kehidupan akan berakhir dengan kematian sehingga harus mempersiapkan bekal terbaik untuk kembali kepada Allah SWT.
“Kenalilah dirimu, maka engkau akan mengenal Tuhanmu. Kita harus memahami dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup, dan ke mana kita akan kembali. Kematian adalah kepastian, maka persiapkanlah bekal sebelum ajal menjemput,” ujar Paidi.
Ia menjelaskan bahwa pandangan hidup seorang Muslim harus berlandaskan keyakinan bahwa seluruh aktivitas kehidupan bernilai ibadah apabila dilakukan sesuai tuntunan Allah SWT. Selain itu, kehidupan di dunia merupakan rangkaian ujian dan cobaan yang harus dihadapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah.
“Hidup ini adalah ujian. Agar lulus dari ujian tersebut, kita harus menanamkan sifat sabar dan syukur. Jangan jadikan masa lalu sebagai alasan untuk putus asa, tetapi jadikan sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri dan semakin dekat kepada Allah SWT,” tambahnya.
Menutup penyuluhan, Paidi mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Setelah kematian, manusia akan memasuki alam barzakh dan selanjutnya dibangkitkan di akhirat untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya. Ia mengajak seluruh peserta rehabilitasi untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperbanyak amal saleh, serta memohon ampunan kepada Allah SWT agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Melalui bimbingan keagamaan ini, KUA Kecamatan Medan Sunggal berharap para korban NAPZA memperoleh penguatan iman, memiliki pandangan hidup yang benar menurut ajaran Islam, serta termotivasi untuk meninggalkan masa lalu, memperbaiki diri, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna sebagai hamba Allah SWT.(Paidi).

