Peringati Hari Anak Nasional, Kemenag Medan Tanamkan Motivasi dan Nilai Karakter kepada Pelajar

Medan (Humas) – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam terus menunjukkan komitmennya dalam membina karakter generasi muda. Melalui kegiatan pembinaan di lingkungan sekolah, para penyuluh hadir memberikan motivasi, penguatan mental, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal bagi para pelajar dalam menghadapi tantangan kehidupan dan perkembangan zaman.

Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Masdar Tambusai, di SMP Negeri 36 Medan , Kamis (23/7/2026). Mengusung semangat Hari Anak Nasional, kegiatan ini bertujuan membangkitkan motivasi belajar, membentuk karakter positif, serta mendorong para siswa menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia.

Di hadapan ratusan siswa dan siswi, Masdar Tambusai mengajak para pelajar untuk memanfaatkan masa muda sebagai waktu terbaik dalam menuntut ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan. Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa untuk meraih cita-cita apabila dibarengi dengan kerja keras, doa, disiplin, serta sikap hormat kepada orang tua dan guru.

Menurutnya, Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh anak Indonesia agar terus mengembangkan potensi diri dan menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan. Pendidikan karakter, kata Masdar, harus berjalan seiring dengan peningkatan prestasi akademik sehingga lahir generasi yang unggul secara intelektual maupun moral.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan dengan ilmu pengetahuan, akhlak yang mulia, dan semangat pantang menyerah. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, serta jangan pernah takut bermimpi. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang apabila mau berusaha dan terus berdoa kepada Allah SWT,” ujar Masdar.

Ia juga mengingatkan para siswa agar bijak memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial. Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana yang sangat bermanfaat apabila digunakan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan diri. Sebaliknya, penggunaan yang tidak bijak justru dapat menghambat prestasi dan merusak masa depan generasi muda.

“Gunakan masa muda untuk hal-hal yang positif. Isi waktu dengan belajar, beribadah, berorganisasi, dan mengembangkan bakat yang dimiliki. Pilih lingkungan pergaulan yang baik, jauhi perilaku yang merugikan diri sendiri, serta jadilah anak yang membanggakan orang tua, sekolah, agama, dan bangsa,” pesannya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak hidup dan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengikuti sesi motivasi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara membangun rasa percaya diri, menghadapi tantangan belajar, menjaga semangat meraih cita-cita, hingga menyikapi perkembangan media sosial secara bijaksana. Interaksi tersebut menunjukkan besarnya minat para pelajar untuk memperoleh motivasi dan penguatan karakter.

Masdar juga mengajak para siswa untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan. Menurutnya, karakter yang kuat akan menjadi pondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan, sehingga keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan agar seluruh siswa diberikan kesehatan, semangat belajar, kemudahan dalam meraih cita-cita, serta tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, Kementerian Agama Kota Medan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah. Kehadiran Penyuluh Agama Islam di tengah para pelajar diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai religius, membangun mental yang tangguh, serta memotivasi generasi muda untuk terus belajar, berprestasi, dan menjadi insan yang berakhlak mulia sebagai penerus bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *