Medan (Humas) — Penyuluh Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Leonhard Hutagalung, S.S., memberikan pembinaan iman kepada para calon penerima Komuni Pertama di Gereja Katolik Stasi St. Yoseph, Dr. Mansyur, Minggu (26/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula gereja ini menjadi momen penting dalam mempersiapkan anak-anak dan remaja untuk menerima Sakramen Ekaristi pertama mereka.
Bertempat di Jalan Dr. Mansyur No.75, Padang Bulan Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, kegiatan tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta. Suasana pembinaan berlangsung khidmat namun tetap interaktif, menciptakan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus mendalam secara spiritual.
Dalam materinya, Leonhard mengangkat tema “Perjamuan Malam Terakhir Yesus dengan Para Murid” yang diambil dari Injil Matius 26:20–29. Ia mengajak para peserta untuk memahami makna Ekaristi bukan hanya sebagai sebuah tradisi gereja, melainkan sebagai peristiwa iman yang menghadirkan kasih dan pengorbanan Kristus secara nyata dalam kehidupan umat.
“Melalui Perjamuan Terakhir, Yesus memberikan diri-Nya sepenuhnya bagi kita. Ketika kita menerima Komuni, kita diajak untuk menyatu dengan kasih Kristus dan menghadirkan kasih itu dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Leonhard.
Ia juga menegaskan bahwa pemahaman yang benar tentang Ekaristi akan membantu peserta menjalani kehidupan iman dengan lebih sadar dan bertanggung jawab. “Anak-anak ini adalah generasi penerus Gereja. Penting bagi mereka untuk tidak hanya tahu, tetapi juga menghayati makna Komuni sebagai perjumpaan pribadi dengan Tuhan,” tambahnya.
Kegiatan semakin hidup ketika para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar makna roti dan anggur, serta bagaimana mempersiapkan diri secara batin sebelum menerima Komuni. Interaksi ini menunjukkan keseriusan mereka dalam mendalami ajaran iman Katolik.
Salah satu peserta mengungkapkan rasa senangnya mengikuti pembinaan tersebut. “Saya jadi lebih mengerti kenapa Komuni itu penting, dan bagaimana harus bersikap saat menerimanya,” ujarnya polos namun penuh makna.
Di akhir kegiatan, Leonhard berpesan agar para peserta terus mempersiapkan diri, tidak hanya secara pengetahuan tetapi juga melalui doa dan sikap hidup yang mencerminkan ajaran Kristus. “Semoga melalui pembinaan ini, anak-anak semakin siap menerima Komuni Pertama dengan hati yang bersih dan penuh iman,” tutupnya.
Pembinaan ini menjadi wujud nyata peran penyuluh agama dalam membina dan memperkuat iman umat sejak usia dini, sekaligus mendukung terbentuknya generasi Katolik yang tangguh, berkarakter, dan berakar kuat dalam nilai-nilai spiritual.

