Medan (Humas) — Dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan, Plt. Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Medan menghadiri perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era yang diselenggarakan oleh Global Prima National Plus School, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum pembinaan spiritual sekaligus penguatan karakter bagi generasi muda Buddhis di lingkungan pendidikan.
Perayaan Waisak diikuti oleh siswa-siswi Buddhis, guru, tenaga pendidik, serta civitas sekolah dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan nilai-nilai toleransi. Rangkaian kegiatan diisi dengan puja bakti, pembacaan paritta, penyampaian nilai-nilai Dhamma, penampilan seni Buddhis, hingga refleksi spiritual untuk memperingati tiga peristiwa suci Waisak, yakni kelahiran, Penerangan Sempurna, dan Parinibbana Buddha Gotama.
Dalam kesempatan itu, Plt. Penyelenggara Buddha Kota Medan menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas terselenggaranya perayaan Waisak yang dinilai mampu menanamkan nilai-nilai spiritual dan karakter Buddhis kepada peserta didik sejak dini. Menurutnya, lingkungan pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang berlandaskan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
“Perayaan Waisak di lingkungan pendidikan memiliki makna penting sebagai sarana menanamkan nilai moral, kedisiplinan, cinta kasih, dan kepedulian sosial kepada generasi muda Buddhis. Melalui kegiatan seperti ini, para siswa tidak hanya memahami ajaran Buddha secara teori, tetapi juga belajar mengimplementasikan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mengajak para siswa menjadikan momentum Waisak sebagai sarana refleksi diri untuk membangun karakter yang bijaksana, toleran, dan berakhlak baik di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Generasi muda Buddhis diharapkan mampu menjadi pribadi yang membawa kedamaian, menghargai perbedaan, serta menjaga semangat persaudaraan dan harmoni di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, pendidikan keagamaan tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Melalui perayaan Waisak ini diharapkan para siswa semakin memahami nilai-nilai ajaran Buddha serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Selain menjadi perayaan keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat harmoni di lingkungan pendidikan yang multikultural dan inklusif.

