Medan (Humas) – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kota Medan kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan Bimbingan Penyuluhan (Bingluh), Bimbingan Kerohanian (Bingroh), serta doa bersama bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU), Medan, Senin (08/06/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan Kementerian Agama Kota Medan tersebut bertujuan memberikan penguatan mental, spiritual, dan motivasi kepada pasien agar tetap optimis serta memiliki semangat dalam menjalani proses pengobatan dan pemulihan kesehatan.
Tim Pokjaluh Kota Medan yang terdiri dari Imam Pratomo, M.H.I., Abdul Majid, S.H.I., Muhammad Arsyad, Raida, dan Nurbaiti Lubis disambut hangat oleh pihak manajemen rumah sakit, pasien, serta keluarga yang mendampingi. Kehadiran para penyuluh membawa suasana penuh kehangatan dan harapan di tengah perjuangan para pasien melawan penyakit yang diderita.
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh mendatangi ruang-ruang perawatan untuk memberikan bimbingan keagamaan secara langsung kepada pasien. Dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati, para penyuluh menyampaikan pesan-pesan motivasi agar pasien tetap bersabar, berikhtiar, dan senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.
Selain memberikan penguatan spiritual, para penyuluh juga menyampaikan edukasi mengenai kemudahan beribadah bagi orang sakit, termasuk tata cara bersuci dengan tayamum dan pelaksanaan salat dalam kondisi terbatas di atas tempat tidur sesuai tuntunan syariat Islam.
Perwakilan Pokjaluh Kota Medan, Imam Pratomo, M.H.I., menyampaikan bahwa pelayanan rohani merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran negara melalui Kementerian Agama dalam mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi ujian kehidupan.
“Kami hadir untuk memberikan penguatan bahwa sakit bukanlah akhir dari segalanya. Dalam ajaran Islam, sakit dapat menjadi sarana penggugur dosa dan peningkatan derajat di sisi Allah SWT. Karena itu, kami ingin menumbuhkan optimisme dan ketenangan batin kepada para pasien agar tetap semangat menjalani proses penyembuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesehatan spiritual memiliki peran penting dalam mendukung proses penyembuhan secara menyeluruh.
“Selain pengobatan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, pasien juga membutuhkan dukungan mental dan spiritual. Ketika hati menjadi lebih tenang dan penuh harapan, maka semangat untuk sembuh akan semakin kuat,” tambahnya.
Suasana haru dan khidmat tampak ketika para penyuluh memimpin pembacaan doa-doa kesembuhan yang diaminkan oleh pasien dan keluarga. Doa bersama tersebut menjadi momen refleksi sekaligus penguatan batin bagi mereka yang sedang menghadapi masa-masa sulit.
Beberapa keluarga pasien mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh para penyuluh. Mereka menilai kehadiran Pokjaluh Kota Medan tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan keyakinan bahwa setiap ujian yang diberikan Allah SWT pasti mengandung hikmah.
Pihak RS USU turut mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Pokjaluh Kota Medan dalam memberikan layanan kerohanian kepada pasien. Menurut mereka, pelayanan spiritual merupakan bagian penting dari pendekatan penyembuhan holistik yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek mental dan spiritual pasien.
Melalui kegiatan Bingluh dan Bingroh ini, Pokjaluh Kota Medan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan spiritual bagi masyarakat yang membutuhkan.

