Sentuhan Spiritual di RS Muhammadiyah Sumut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Bangun Mental Sehat dan Hati yang Tenang

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan bimbingan spiritual di RS Muhammadiyah Sumatera Utara, Kota Medan, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan mental dan spiritual masyarakat agar tetap memiliki ketenangan hati serta semangat hidup di tengah berbagai tekanan dan dinamika kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh refleksi keagamaan. Para penyuluh memberikan motivasi, penguatan rohani, serta mengajak masyarakat untuk membangun sikap sabar, ikhlas, dan tawakal dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, termasuk tekanan ekonomi, kesibukan pekerjaan, serta tantangan sosial yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang.

Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Islam, Herian Sani, menegaskan bahwa kondisi kesehatan seseorang tidak hanya dipengaruhi faktor fisik, tetapi juga erat kaitannya dengan keadaan pikiran dan ketenangan batin.

Menurutnya, tekanan hidup yang berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan tubuh apabila tidak diimbangi dengan penguatan spiritual dan sikap ikhlas dalam menjalani kehidupan.

“Terkadang beban dan tekanan hidup berpengaruh pada kesehatan fisik seseorang. Jadwal kerja yang padat dan pendapatan yang tidak sebanding dengan pengeluaran dapat memengaruhi kondisi tubuh. Tugas kita adalah menjalani semuanya dengan ikhlas dan maksimal, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT sebagai Sang Pemberi rezeki,” ujar Herian Sani.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam, M. Iqbal, mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan hati dan membangun kesabaran dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Ia menilai bahwa kekuatan spiritual menjadi salah satu pondasi utama dalam membentuk mental yang sehat dan optimis.

“Kita harus mengaktifkan mode sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan. Dengan hati yang tenang dan penuh keikhlasan, insya Allah setiap ujian dapat dihadapi dengan lebih baik dan lebih ringan,” ungkap M. Iqbal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, ibadah, dan sikap syukur agar hati tetap kuat menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Kegiatan bimbingan spiritual tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan tenaga kesehatan yang hadir. Selain memberikan penguatan mental dan rohani, kegiatan ini juga menjadi sarana menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang menenangkan, menumbuhkan optimisme, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan spiritual sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang sehat, harmonis, dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *