Medan (Humas) – Upaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang tidak berhenti pada penyampaian materi terus dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas. Melalui program Tahsin Alqurān, masyarakat tidak hanya dibimbing untuk memperbaiki kualitas bacaan, tetapi juga diarahkan memahami dan mentadabburi pesan yang terkandung dalam ayat-ayat Alqurān. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan pembinaan Alqurān lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Program tersebut merupakan implementasi arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh Penyuluh, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar memberikan pelayanan dan bimbingan yang prima serta berdampak di tengah-tengah masyarakat. Arahan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tahsin Alqurān yang dilaksanakan Selasa (22/9/2026) pukul 14.00 WIB dengan melibatkan ibu-ibu muslimat yang tergabung dalam beberapa majelis taklim di Kecamatan Medan Amplas.
Kegiatan tersebut dibina oleh Dr. Syarto, Lc., M.A. dan H. Harun Arrasyid, Lc., serta mendapat dukungan Dra. Imaniyah, M.H., salah seorang tokoh muslimah yang aktif dalam kegiatan pembinaan keagamaan di lingkungan masyarakat Kecamatan Medan Amplas. Kehadiran berbagai unsur tersebut turut memperkuat pelaksanaan pembinaan agar peserta tidak hanya memperoleh keterampilan membaca Alqurān, tetapi juga memahami kandungan ayat yang dipelajari.
Pada pertemuan kali ini, peserta mendapat kesempatan membaca QS. Al-Baqarah ayat 24–25 secara bergantian. Sesi tersebut menjadi bagian dari pembelajaran tahsin dengan memperhatikan ketepatan makhraj, penerapan tajwid, panjang-pendek bacaan, serta kelancaran tilawah. Bacaan peserta kemudian ditasmi’ oleh H. Harun Arrasyid, Lc., sehingga peserta memperoleh koreksi secara langsung terhadap bagian bacaan yang masih perlu diperbaiki.
Melalui metode tasmi’, peserta dapat mengetahui letak kekurangan dalam bacaan masing-masing sekaligus memperoleh bimbingan untuk memperbaikinya. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung secara teoritis, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan bacaan secara langsung. Metode tersebut diharapkan membantu peserta membangun kebiasaan membaca Alqurān dengan lebih tepat dan lancar.
Setelah sesi tasmi’ selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan dan tadabbur kandungan QS. Al-Baqarah ayat 24 yang disampaikan Dr. Syarto, Lc., M.A. Dalam pembahasannya, peserta diajak memahami pesan ayat yang berisi peringatan Allah Ta’ālā kepada manusia agar menjaga diri dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Pesan tersebut menjadi bagian dari rangkaian petunjuk Alqurān agar manusia menerima kebenaran dan menjalankan kehidupan sesuai dengan petunjuk Allah Ta’ālā.
Peserta juga diajak melihat keterkaitan QS. Al-Baqarah ayat 24 dan 25 yang memuat dua pesan penting, yakni peringatan dan kabar gembira. Ayat 24 memberikan peringatan mengenai konsekuensi bagi orang yang mengabaikan kebenaran, sedangkan ayat 25 menyampaikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Pemahaman tersebut diarahkan agar peserta tidak hanya membaca ayat, tetapi juga menangkap pesan yang terkandung di dalamnya.
Dalam pembinaan tersebut, peserta didorong untuk menjadikan kemampuan membaca Alqurān sebagai pintu masuk menuju pemahaman dan pengamalan. Bacaan yang baik diharapkan tidak berhenti pada kemampuan melafalkan ayat dengan benar, tetapi dilanjutkan dengan memahami makna, melakukan evaluasi terhadap diri, dan berusaha menerapkan nilai-nilai Alqurān dalam kehidupan sehari-hari.
Usai penyampaian tadabbur, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan berkaitan dengan bacaan dan kandungan QS. Al-Baqarah ayat 24–25. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menghubungkan pesan ayat dengan berbagai situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Para pembina juga mendorong peserta menjadikan Alqurān sebagai pedoman dalam membangun kehidupan keluarga, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperbaiki hubungan sosial. Pola pembinaan yang memadukan tahsin, tasmi’, tadabbur, dan diskusi tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang dikembangkan KUA Kecamatan Medan Amplas agar pembelajaran Alqurān menyentuh aspek kemampuan membaca sekaligus pemahaman dan pengamalan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan salat Asar berjamaah. Pelaksanaan program yang berlangsung secara rutin setiap Selasa tersebut diharapkan dapat memberikan ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Alqurān.
Melalui program Tahsin Alqurān, KUA Kecamatan Medan Amplas terus memperkuat pembinaan masyarakat berbasis Alqurān. Konsistensi kegiatan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan peserta, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Alqurān dalam kehidupan sehari-hari.
Program tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen jajaran KUA Kecamatan Medan Amplas dalam menghadirkan pelayanan dan bimbingan keagamaan yang prima, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan memadukan perbaikan bacaan dan pendalaman makna, pembinaan Alqurān diharapkan semakin mampu menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang hidup dalam keseharian masyarakat.

