Medan Amplas (Humas) — Membaca Alqurān dengan baik merupakan langkah awal untuk memahami pesan-pesannya. Sementara itu, mentadabburi kandungannya membantu umat Islam menghadirkan nilai-nilai Alqurān dalam kehidupan sehari-hari. Semangat inilah yang terus dibangun Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas melalui program Tahsin Alqurān yang dilaksanakan secara rutin setiap Selasa pukul 14.00 WIB.
Pada Selasa (27/10/2026), kegiatan kembali berlangsung dengan pendampingan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas, yakni Dr. Syarto Syarif, Lc., M.A., Harun Arrasyid, Lc., Dewi Anggraini, dan Eliza Purba. Kegiatan tersebut diikuti ibu-ibu muslimat yang tergabung dalam sejumlah majelis taklim di Kecamatan Medan Amplas.
Program ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar senantiasa memberikan pelayanan dan bimbingan yang prima serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Keberlangsungan pembinaan ini juga didukung oleh Dra. Imaniyah, M.H., salah seorang tokoh muslimah yang aktif menggerakkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat, khususnya dalam mendorong ibu-ibu muslimat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membaca Alqurān.
Menghubungkan Bacaan dengan Pesan Alqurān
Sebelum praktik membaca, Dr. Syarto menyampaikan penjelasan dan tadabbur mengenai kandungan QS. Al-Baqarah ayat 38 serta keterkaitannya dengan ayat-ayat sebelumnya. Melalui pembahasan tersebut, peserta diajak memahami rangkaian ayat sebagai satu kesatuan pesan tentang perjalanan manusia, petunjuk Allah SWT, dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan.
QS. Al-Baqarah ayat 38 menjelaskan bahwa siapa pun yang mengikuti petunjuk Allah SWT tidak perlu merasa takut dan tidak pula bersedih. Pesan ini menjadi landasan penting bagi umat Islam untuk menjadikan petunjuk Ilahi sebagai pedoman dalam menentukan sikap dan menjalani kehidupan.
Jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya yang mengisahkan peristiwa Nabi Adam dan istrinya, ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa kesalahan bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Setelah peristiwa itu, manusia tetap memperoleh petunjuk dan kesempatan untuk menempuh jalan yang benar. Karena itu, setiap orang perlu memiliki kesediaan untuk menerima petunjuk, memperbaiki diri, dan berkomitmen mengikuti kebenaran.
Pesan tersebut juga relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama ketika menghadapi berbagai persoalan keluarga, pekerjaan, maupun hubungan sosial. Petunjuk agama menjadi pedoman agar seseorang tidak mudah kehilangan arah. Keimanan tidak hanya diwujudkan melalui pengakuan, tetapi juga melalui kesungguhan menjalankan perintah Allah SWT dan memperbaiki perilaku.
Sementara itu, QS. Al-Baqarah ayat 39 mengingatkan tentang konsekuensi bagi orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah SWT. Rangkaian kedua ayat ini menegaskan adanya pilihan sekaligus tanggung jawab manusia, yaitu mengikuti petunjuk atau berpaling darinya, dengan konsekuensi yang menyertai setiap pilihan.
Praktik Membaca dan Tasmi’ untuk Meningkatkan Kualitas Bacaan
Setelah penyampaian materi, peserta melanjutkan pembelajaran dengan membaca QS. Al-Baqarah ayat 38–39 secara bergantian. Bacaan peserta disimak langsung melalui kegiatan tasmi’ oleh Dewi Anggraini, S.Ag.
Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam proses Tahsin karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk melatih ketepatan pelafalan huruf, memperhatikan kaidah tajwid, serta memperbaiki bacaan berdasarkan arahan pendamping. Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, peserta diharapkan semakin percaya diri dan cermat dalam membaca Alqurān.
Perpaduan antara penjelasan kandungan ayat dan praktik membaca menjadikan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pada penguatan pemahaman keagamaan. Peserta diajak menyadari bahwa kedekatan dengan Alqurān perlu dibangun melalui proses belajar yang berkesinambungan, disertai kemauan untuk memahami dan mengamalkan pesan-pesannya.
Pembinaan Berkelanjutan untuk Masyarakat
Program Tahsin KUA Kecamatan Medan Amplas terus menjadi ruang pembelajaran bersama bagi ibu-ibu muslimat dari berbagai majelis taklim. Selain memperkuat kemampuan membaca Alqurān, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya suasana belajar yang religius, interaktif, dan mendukung penguatan spiritual masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan salat Ashar berjamaah. Penutupan tersebut melengkapi proses pembinaan yang menggabungkan pembelajaran Alqurān, refleksi keagamaan, dan penguatan kebersamaan.
Melalui kegiatan rutin ini, KUA Kecamatan Medan Amplas berupaya menerjemahkan arahan pimpinan ke dalam pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Diharapkan, pembinaan yang berkesinambungan dapat mendorong masyarakat semakin baik dalam membaca Alqurān, semakin kuat memahami petunjuk agama, serta semakin konsisten menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

