Tak Hanya di Mimbar, Penyuluh KUA Medan Amplas Hadir Dampingi Pasien di Rumah Sakit

Medan (Humas) — Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program pembinaan. Atas arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., para penyuluh agama didorong untuk tidak hanya aktif di masjid dan majelis taklim, tetapi juga hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat yang membutuhkan sentuhan pembinaan dan penguatan spiritual.

Implementasi arahan tersebut terlihat dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Rohani (BIMROH) yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, H. Harun Ar-Rasyid dan Dr. Syarto, Lc., M.A., di Rumah Sakit Mitra Sejati, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan pembinaan berlangsung di ruang Intensive Care Unit (ICU) serta sejumlah ruang perawatan di lantai tiga rumah sakit. Berbeda dengan metode penyuluhan yang umumnya dilakukan dalam bentuk ceramah di hadapan banyak peserta, BIMROH kali ini dilaksanakan secara personal dengan mengunjungi pasien dari ruang ke ruang. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan bagi para penyuluh untuk mendengarkan kondisi dan keluhan pasien sekaligus memberikan bimbingan keagamaan sesuai kebutuhan masing-masing.

Dalam setiap kunjungan, para pasien diajak untuk memaknai sakit sebagai bagian dari ujian kehidupan yang dapat menjadi sarana meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penyuluh juga mengingatkan pentingnya menjaga kesabaran, memperbanyak doa, memperkuat rasa syukur, serta bertawakal atas segala ketentuan Allah.

Selain memberikan penguatan spiritual, para penyuluh turut memotivasi pasien agar tetap memiliki harapan dan semangat dalam menjalani proses pengobatan. Menurut mereka, keyakinan terhadap rahmat Allah SWT serta sikap husnuzan kepada-Nya menjadi kekuatan penting dalam menghadapi masa-masa sulit selama menjalani perawatan.

Syarto dalam salah satu sesi pembinaan menegaskan bahwa kondisi sakit tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban ibadah.

“Jangan jadikan sakit sebagai alasan untuk meninggalkan salat. Justru pada saat seperti inilah seorang hamba semakin membutuhkan kedekatan dengan Allah SWT. Syariat Islam telah memberikan berbagai keringanan bagi orang yang sakit agar tetap dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama di rumah sakit merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Penyuluh agama memiliki tugas yang sangat mulia, yaitu memberikan bimbingan dan pendampingan kepada masyarakat dalam berbagai kondisi kehidupan. Kehadiran mereka di rumah sakit menjadi bentuk nyata pelayanan keagamaan yang humanis, memberikan ketenangan batin, sekaligus menumbuhkan harapan bagi para pasien dan keluarganya,” ungkapnya.

Suasana kunjungan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah pasien dan keluarga menyambut baik kehadiran para penyuluh yang tidak hanya memberikan nasihat keagamaan, tetapi juga menghadirkan semangat, motivasi, dan ketenangan di tengah proses perawatan yang dijalani.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Para penyuluh memohon kepada Allah SWT agar seluruh pasien diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya, diberikan kekuatan lahir dan batin, serta dimudahkan segala urusan yang sedang dihadapi.

Melalui program BIMROH di rumah sakit ini, KUA Kecamatan Medan Amplas menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan dari mimbar ke mimbar, tetapi juga hadir di ruang-ruang yang membutuhkan penguatan hati dan pendampingan spiritual. Kehadiran penyuluh agama di tengah pasien menjadi wujud nyata pelayanan keagamaan yang menyentuh, humanis, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *