Medan (Humas) – Penguatan aqidah menjadi salah satu fokus penting dalam pembinaan keagamaan masyarakat. Melalui pemahaman tauhid yang benar, umat diharapkan tidak hanya memiliki keyakinan yang kokoh, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai keimanan dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.
Komitmen tersebut terus diwujudkan oleh Kementerian Agama Kota Medan melalui berbagai program bimbingan dan penyuluhan keagamaan. Sejalan dengan arahan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., para penyuluh agama didorong untuk menghadirkan materi pembinaan yang tidak hanya memperkaya wawasan keislaman, tetapi juga mampu membentuk karakter dan perilaku masyarakat sesuai ajaran Islam.
Sebagai implementasi dari program tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim P. Muslimin, Kamis (05/06/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dihadiri oleh pengurus dan puluhan jamaah majelis taklim.
Dalam kesempatan itu, Dr. Syarto menyampaikan materi bertajuk “Tauhid Pondasi Kehidupan Seorang Muslim.” Ia menegaskan bahwa tauhid bukan sekadar konsep teologis yang dipahami secara teori, melainkan fondasi utama yang harus mewarnai seluruh aktivitas kehidupan seorang muslim.
“Aqidah yang kuat akan melahirkan kepatuhan kepada Allah Ta’ala, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan sosial. Tauhid tidak boleh berhenti pada ucapan dan keyakinan di dalam hati, tetapi harus tampak dalam tindakan nyata sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, dakwah tauhid merupakan misi utama seluruh nabi dan rasul yang diutus oleh Allah SWT. Sejak Nabi Nuh AS hingga Nabi Muhammad SAW, ajaran pertama yang disampaikan kepada umat adalah mengesakan Allah dan menjauhi segala bentuk kesyirikan.
Ia menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki tauhid yang kokoh akan memiliki orientasi hidup yang jelas serta tidak mudah goyah menghadapi berbagai persoalan. Keyakinan bahwa seluruh urusan berada dalam kekuasaan Allah SWT akan melahirkan ketenangan jiwa, optimisme, dan sikap tawakal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Tauhid yang benar akan menghadirkan ketenangan dalam hati. Ketika seseorang yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik pengatur segala urusan, maka ia tidak mudah putus asa, tidak mudah takut berlebihan, dan mampu menghadapi ujian dengan penuh kesabaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Syarto menuturkan bahwa tauhid juga memiliki dampak nyata dalam pembentukan karakter. Keimanan yang kuat akan melahirkan pribadi yang jujur, amanah, bertanggung jawab, dan menjauhi berbagai bentuk penyimpangan.
“Orang yang benar tauhidnya akan selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. Kesadaran inilah yang melahirkan sikap jujur dalam bekerja, amanah dalam memegang tanggung jawab, serta berhati-hati dalam setiap perkataan dan perbuatan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, seperti ketidakjujuran, penyalahgunaan amanah, dan rendahnya kepedulian terhadap sesama, pada dasarnya berakar dari lemahnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tauhid.
Karena itu, menurutnya, pembinaan aqidah harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai keimanan benar-benar membumi dalam kehidupan keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari para jamaah. Antusiasme peserta terlihat saat sesi dialog dan tanya jawab berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan terkait cara menguatkan keimanan di tengah tantangan zaman, mendidik anak dengan nilai-nilai tauhid, serta menjaga konsistensi ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Salah seorang pengurus majelis taklim menyampaikan apresiasinya atas materi yang diberikan karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Materi tentang tauhid seperti ini sangat penting karena mengingatkan kami bahwa keimanan bukan hanya dipahami, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Kami berharap pembinaan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pemateri, memohon keberkahan, keteguhan iman, serta kemampuan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pembinaan aqidah ini, KUA Kecamatan Medan Amplas terus berupaya menghadirkan penyuluhan agama yang tidak hanya meningkatkan pemahaman keislaman masyarakat, tetapi juga membentuk pribadi-pribadi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan menjadikan tauhid sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan.

