Medan (Humas) – Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kantor Kementerian Agama Kota Medan, H. Ahmad Faisal Harahap, M.HI, menghadiri sekaligus memberikan arahan pada Workshop bertajuk “Merawat Psikis, Melejitkan Pikir Murid Melalui Pembelajaran Bermakna Berbasis Cinta” yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Medan Amplas dan KKG Kecamatan Medan Polonia. Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para guru sebagai upaya meningkatkan kapasitas pendidik dalam menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan psikologis peserta didik. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis cinta, para guru diajak memahami pentingnya membangun hubungan yang hangat, empatik, dan penuh kepedulian dengan murid agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Dalam arahannya, Ahmad Faisal Harahap menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan guru dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh kemampuannya menyentuh hati dan membangun karakter peserta didik. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam menumbuhkan semangat belajar melalui pendekatan yang humanis dan penuh kasih sayang.
“Guru adalah sosok yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, menginspirasi, dan menguatkan mental peserta didik. Ketika psikis anak terawat dengan baik, maka potensi berpikir, kreativitas, dan prestasi mereka akan berkembang secara optimal. Inilah esensi pembelajaran bermakna berbasis cinta yang harus terus kita hadirkan di setiap ruang kelas,” ujar Ahmad Faisal.
Ia juga mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperkuat nilai-nilai kepedulian dalam proses pembelajaran, sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang tengah dikembangkan Kementerian Agama.
“Anak-anak membutuhkan guru yang mampu menjadi teladan, pendengar yang baik, sekaligus pemberi motivasi. Pendidikan yang dilandasi cinta akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kesehatan mental yang baik. Karena itu, saya mengapresiasi kolaborasi KKG Medan Amplas dan Medan Polonia yang menghadirkan ruang belajar seperti ini,” tambahnya.

Workshop berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan berbagi pengalaman antarguru mengenai strategi menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna serta mampu mengembangkan potensi peserta didik secara utuh. Diharapkan kegiatan ini menjadi inspirasi bagi para pendidik untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan dan perkembangan psikologis murid.

