Medan (Humas) — Semangat kebangsaan dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara diwujudkan melalui kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan untuk Negeri yang dilaksanakan di Masjid Al Jami’atut Taqwa, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB tersebut diikuti oleh jamaah dari sejumlah majelis taklim yang berada di wilayah Medan Perjuangan. Zikir dan doa bersama ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bangsa Indonesia.
Kegiatan tersebut dipanitia oleh Bunda Hj. Siyam dan Bunda Henni Arnida, dengan dukungan Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Jami’atut Taqwa, H. Edi. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, diawali dengan rangkaian zikir dan doa yang diikuti secara bersama-sama oleh seluruh peserta. Kehadiran jamaah dari berbagai majelis taklim menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam mengisi momentum kemerdekaan dengan kegiatan keagamaan yang sarat nilai persatuan dan kepedulian terhadap negeri.
Rangkaian zikir dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Perjuangan, Supriyadi, S.Ag., bersama Buya Affan Sihite (BAS). Keduanya mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak zikir, istighfar, serta doa sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan perlindungan, persatuan, dan keberkahan. “Zikir dan doa bukan hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama untuk memohon agar negeri kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya, diberikan kedamaian, serta dijauhkan dari berbagai perpecahan,” ujar Supriyadi.
Sementara itu, tausiah disampaikan oleh H. M. Zuhri Pulungan, S.Ag., MM. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan jamaah agar momentum kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. “Kemerdekaan adalah nikmat besar yang harus kita syukuri dengan memperbanyak amal kebaikan, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Sebagai umat beragama, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kerukunan dan menciptakan suasana yang damai di tengah kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.
Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut diikuti oleh jamaah dari Majelis Taklim Al Hijrah, Majelis Taklim Jamiyatul Mardiyah, Majelis Taklim Al Hidayah Mustaqim, serta Majelis Taklim Al Muhajirin. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan khusyuk, terutama saat doa bersama untuk bangsa dan negara dipanjatkan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa membangun bangsa tidak hanya dilakukan melalui kerja dan pengabdian, tetapi juga melalui doa, keteladanan, serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.
Melalui kegiatan tersebut, semangat kebangsaan dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan sehingga tercipta ruang bersama bagi masyarakat untuk memperkuat ukhuwah dan kepedulian terhadap negeri. Para jamaah juga diajak untuk senantiasa menjaga ketenteraman lingkungan, mempererat hubungan antarsesama, dan menghindari segala bentuk perselisihan yang dapat merusak persatuan. Dengan semangat doa dan kebersamaan, kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan untuk Negeri diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, rukun, dan penuh keberkahan.

