PAI Medan Amplas Narasumber BRUN, Tekankan Tantangan dan Solusi Nikah Muda di Era Digital

Medan (Humas) — Program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan berlangsung pada Rabu (04/03/2026) di Aula Rektor Lantai 3 Biro Rektor, Jalan SM. Raja, Medan. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 mahasiswa/i serta dihadiri jajaran pembantu dekan dan civitas akademika.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., bersama para penyuluh agama, penghulu, dan staf KUA Medan Amplas. Hadir pula Dekan PAI UNIVA Medan, Dr. Muhammad Tohir Ritonga, Lc., M.A., beserta jajaran pimpinan fakultas.

Acara diawali dengan arahan dan sambutan dari kedua pimpinan lembaga yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan Kantor Urusan Agama dalam membangun ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai keislaman. Kerja sama ini dinilai penting untuk membekali generasi muda dengan pemahaman yang matang sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala KUA Medan Amplas dan Dekan PAI UNIVA Medan sebagai bentuk komitmen kerja sama dalam pembinaan generasi muda serta penguatan program bimbingan pra nikah.

Memasuki sesi seminar, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., tampil sebagai narasumber pertama dengan mengangkat tema “Bimbingan Pra Nikah di Era Digital: Tantangan dan Solusi bagi Keluarga Muda.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan rumah tangga, mulai dari pola komunikasi hingga tantangan etika dalam penggunaan media sosial.

Menurutnya, generasi muda yang akan memasuki pernikahan perlu dibekali dengan kesiapan yang menyeluruh, tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga kesiapan spiritual, emosional, sosial, serta kemampuan literasi digital agar mampu menghadapi dinamika kehidupan keluarga di era modern.

Seminar kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua, Drs. Muhammad Tholib Harahap, S.Ag., M.A., yang mengulas pentingnya pemahaman agama dan kedewasaan berpikir sebagai landasan dalam membangun keluarga sakinah. Ia menegaskan bahwa kesiapan menikah tidak hanya diukur dari faktor usia dan kondisi ekonomi, tetapi juga dari kematangan karakter serta komitmen dalam menjalankan tanggung jawab rumah tangga.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para mahasiswa dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Pada akhir kegiatan, panitia juga menyelenggarakan kuis sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.

Melalui kegiatan BRUN ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara KUA Medan Amplas dan Program Studi PAI UNIVA Medan dalam membekali generasi muda dengan kesiapan yang komprehensif untuk membangun keluarga yang harmonis dan tangguh di tengah tantangan era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *