Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Amplas, H. Harun Arrasid, Lc., menyampaikan tausyiah tentang hikmah ibadah haji di hadapan jamaah perwiritan Yasin ibu-ibu Shilaturrahim di Masjid Shilaturrahim, Jalan Garu III, Harjosari I, Senin (28/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat ini dihadiri oleh puluhan jamaah, termasuk beberapa calon jamaah haji yang dalam waktu dekat akan berangkat ke Tanah Suci. Antusiasme jamaah terlihat dari keseriusan mereka mengikuti setiap materi yang disampaikan, sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas ibadah.
Dalam tausyiahnya, H. Harun Arrasid menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi merupakan perjalanan spiritual yang sarat dengan nilai keikhlasan, kesabaran, serta pengorbanan.
“Ibadah haji mengajarkan kita untuk tunduk sepenuhnya kepada Allah, melatih kesabaran dalam setiap rangkaian ibadah, serta menumbuhkan keikhlasan dalam beramal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman manasik haji bagi calon jamaah sebelum keberangkatan, agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan benar dan sempurna.
“Pemahaman yang baik tentang tata cara pelaksanaan haji akan sangat menentukan kualitas ibadah seseorang. Karena itu, calon jamaah harus bersungguh-sungguh dalam mempelajari manasik haji,” tambahnya.
Lebih lanjut, dalam narasi penguatan kepada jamaah, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya mempersiapkan diri secara materi, tetapi juga memperbaiki niat dan akhlak sebagai bagian dari kesiapan spiritual.
“Haji yang mabrur tidak hanya dilihat dari pelaksanaan ritualnya, tetapi juga dari perubahan sikap setelah kembali ke tanah air. Inilah yang harus menjadi tujuan utama kita,” jelasnya.
Selain membahas haji, H. Harun Arrasid juga mengingatkan pentingnya ibadah qurban, khususnya bagi jamaah yang memiliki kemampuan secara finansial, menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Qurban adalah bentuk ketaatan sekaligus wujud kepedulian sosial kepada sesama. Mari kita mulai mempersiapkannya dari sekarang sebagai bagian dari ibadah yang dianjurkan,” pesannya.
Kegiatan tausyiah ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Para jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar para calon jamaah haji diberikan kesehatan, kelancaran dalam perjalanan, serta memperoleh predikat haji yang mabrur. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jamaah semakin memahami makna ibadah secara menyeluruh dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

