Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., terus mendorong para penyuluh agama Islam di wilayah kerjanya untuk aktif hadir di tengah masyarakat dalam memberikan pencerahan keagamaan yang relevan dan solutif.
Dorongan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan dakwah dan pembinaan umat yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Salah satunya terlihat pada kegiatan tausyiah yang disampaikan oleh Dr. Syarto Syarif, Lc., M.A., di Masjid Nurul Iman, Jalan Sisingamangaraja Km. 9, Kelurahan Timbang Deli, Senin (20/04/2026).
Dalam kajian tersebut, Dr. Syarto Syarif mengangkat tema fikih muamalah tentang Ihyā’ al-Mawāt, yaitu konsep dalam Islam yang mendorong pengelolaan tanah tidak produktif menjadi lahan yang bernilai guna bagi masyarakat.
“Ihyā’ al-mawāt merupakan salah satu konsep ekonomi Islam yang sangat relevan. Islam mendorong agar tidak ada lahan yang dibiarkan terlantar tanpa manfaat. Tanah yang tidak berpemilik dapat dikelola sehingga memberi kemaslahatan bagi masyarakat,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan lahan tersebut harus tetap sesuai dengan ketentuan syariat, di antaranya memastikan bahwa tanah tersebut benar-benar tidak memiliki pemilik yang sah serta bukan termasuk kawasan yang dilindungi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa semangat Ihyā’ al-Mawāt dapat menjadi solusi dalam mendorong kemandirian ekonomi umat, terutama dalam mengoptimalkan potensi sumber daya yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Kajian fikih tidak hanya berhenti pada teori, tetapi harus mampu memberikan solusi nyata bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam aspek ekonomi dan kesejahteraan,” tambahnya.
Sementara itu, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan dalam keterangannya menyampaikan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam membina umat.
“Kami terus mendorong para penyuluh agar aktif turun ke masyarakat, menyampaikan dakwah yang tidak hanya normatif, tetapi juga aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan umat saat ini,” ungkapnya.
Kegiatan pengajian tersebut dihadiri oleh Ketua BKM Masjid Nurul Iman, Munir, Sekretaris Fachrizal, S.Pd.I., serta puluhan jamaah yang mengikuti kajian dengan penuh antusias. Suasana berlangsung khidmat dan interaktif, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kajian keagamaan yang membahas aspek kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa ajaran Islam memiliki konsep-konsep yang komprehensif dan solutif, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam bidang sosial dan ekonomi, guna mewujudkan kesejahteraan umat secara menyeluruh.

