Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Sunggal, Sindar Purba, S.Th., M.Pd, bersama Penyuluh KUA Medan Perjuangan, Drammes Lumbantobing, S.Th., M.Pd.K, sukses melaksanakan Bimbingan Penyuluhan (BP) bagi pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bina Karsa, Jalan Pales III, Medan, pada Rabu (17/06/2026). Kegiatan humanis ini didampingi langsung oleh pihak manajemen rumah sakit dan diikuti oleh seluruh pasien rawat inap yang beragama Kristen serta mahasiswa/i PKL dari Universitas Dharma Agung Medan.
Rangkaian acara diawali dengan Kidung Pujian bersama untuk membangun suasana damai, dilanjutkan dengan penyampaian materi bimbingan yang berakar kuat pada nilai-nilai Alkitabiah, dan ditutup dengan doa kesembuhan yang khidmat. Kolaborasi pelayanan spiritual ini bertujuan memberikan penguatan mental, harapan baru, serta kedamaian psikologis bagi para pasien yang sedang menjalani masa perawatan.
Dalam sesi ini Sindar Purba, S.Th., M.Pd menyampaikan materi motivasi rohani mendalam bertajuk “Kita Juga Bisa”. Melalui pesan ini, beliau menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang percaya dan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk pulih dan bangkit bersama Tuhan.
Pemberitaan materi tersebut didasarkan pada nats Alkitab Filipi 4:13 yang berbunyi: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Ayat ini menjadi jangkar iman bagi para pasien agar selalu bersandar pada sumber kekuatan sejati dalam menghadapi proses penyembuhan mereka.
Melengkapi pesan tersebut, Drammes Lumbantobing, S.Th., M.Pd.K memaparkan materi bertajuk “Hati yang Gembira adalah Obat”. Beliau mengajak seluruh peserta untuk menjaga sukacita dan ketenangan batin sebagai resep utama kesembuhan, merujuk pada nats Alkitab Amsal 17:22a: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”
Pihak manajemen RSJ Bina Karsa menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian para penyuluh agama Kristen dalam memberikan bimbingan spiritual ini. Kegiatan pendekatan psikospiritual seperti ini dinilai sangat efektif mendukung terapi medis dalam mempercepat pemulihan total mental dan jiwa para pasien (SP/PAI).

