Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Melalui kegiatan pelayanan keagamaan rutin, penyuluh agama memberikan pendampingan spiritual dan doa guna menguatkan semangat serta pengharapan para pasien. Rabu (24/6/2026)
Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pelayanan keagamaan di RS Hermina Medan. Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Rabu tersebut diisi dengan kunjungan kepada pasien beragama Kristen, doa bersama, serta penyampaian pesan-pesan penguatan rohani.
Dalam kesempatan tersebut, para pasien diajak merenungkan firman Tuhan yang diambil dari Amsal 15:13, “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.” Melalui ayat tersebut, para pasien didorong untuk tetap memiliki hati yang penuh sukacita dan pengharapan di tengah proses pemulihan yang sedang dijalani.
Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Verawati Butar-Butar, mengatakan bahwa pelayanan keagamaan di rumah sakit merupakan bentuk kepedulian Kementerian Agama dalam mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit akibat kondisi kesehatan.
“Melalui pelayanan ini, kami ingin menghadirkan penguatan rohani bagi para pasien. Kami berharap doa dan firman Tuhan yang disampaikan dapat memberikan ketenangan, semangat, serta pengharapan baru dalam menjalani proses penyembuhan,” ujar Verawati.
Ia menambahkan bahwa dukungan spiritual memiliki peran penting dalam membantu pasien tetap optimis dan kuat menghadapi berbagai tantangan selama masa perawatan.
Sementara itu, Penyuluh lainnya, Saronisa Ginting, mengajak para pasien untuk tetap memelihara sukacita dan kepercayaan kepada Tuhan dalam segala keadaan.
“Firman Tuhan dalam Amsal 15:13 mengingatkan kita bahwa hati yang gembira dapat menjadi sumber kekuatan. Karena itu, kami mengajak para pasien untuk tetap memiliki pengharapan, tidak menyerah pada keadaan, dan terus percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap proses yang sedang dijalani,” ungkap Saronisa.
Menurutnya, pelayanan keagamaan di rumah sakit bukan hanya memberikan dukungan spiritual kepada pasien, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan kasih, perhatian, dan penghiburan bagi mereka yang membutuhkan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan mendapat sambutan baik dari para pasien serta keluarga yang hadir. Melalui pelayanan keagamaan yang dilakukan secara rutin, Kementerian Agama Kota Medan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang dekat dengan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi kehidupan umat.

