Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Hj. Nunung Ismayanti, M.A., menyampaikan tausyiah dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim di Majelis Taklim Al-Ikhlas, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam tausyiahnya, Hj. Nunung Ismayanti mengajak jamaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Menurutnya, menyantuni anak yatim bukan hanya bentuk bantuan materi, tetapi juga wujud kasih sayang dan tanggung jawab sosial yang diajarkan dalam Islam.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Hj. Nunung Ismayanti, M.A., mengatakan bahwa kegiatan santunan anak yatim memiliki nilai yang sangat mulia karena mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberadaan anak yatim merupakan tanggung jawab bersama yang perlu mendapat perhatian, pembinaan, dan dukungan agar mereka dapat tumbuh dengan baik serta memiliki harapan yang kuat dalam meraih masa depan.
“Menyantuni anak yatim merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh kepedulian yang lebih besar terhadap mereka, sehingga anak-anak yatim dapat merasakan kasih sayang, perhatian, dan dukungan dari masyarakat di sekitarnya,” ujar Hj. Nunung Ismayanti.
Ia menambahkan bahwa majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai sarana menuntut ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan nilai-nilai sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
“Kegiatan seperti ini mengajarkan kepada kita bahwa ibadah tidak hanya berkaitan dengan hubungan kepada Allah, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian dan perhatian kepada sesama manusia. Semoga santunan yang diberikan dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan diikuti oleh jamaah Majelis Taklim Al-Ikhlas, tokoh masyarakat, serta anak-anak yatim penerima santunan. Selain mendengarkan tausyiah, para peserta juga mengikuti doa bersama sebagai bentuk ungkapan syukur dan harapan agar anak-anak yatim senantiasa mendapatkan perlindungan serta kemudahan dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan pembinaan keagamaan yang disertai aksi sosial tersebut, Kemenag Medan terus mendorong tumbuhnya nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi di tengah masyarakat sebagai bagian dari penguatan kehidupan beragama yang harmonis dan bermanfaat.

