Penyuluh Katolik Kemenag Medan Berikan Pembekalan tentang Dosa Awal dan Dosa Asal kepada Katekumen Dewasa

Medan (Humas). Penyuluh Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Zetra Hail Saragih, S.Fil., mengadakan kegiatan penyuluhan iman bagi para katekumen dewasa dengan mengangkat tema “Dosa Awal dan Dosa Asal: Penyebab dan Akibatnya Menurut Ajaran Gereja Katolik.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (28/06/2026), pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Pertemuan Paroki Katedral Medan, Jl. Pemuda No. 1, A U R, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta diajak untuk memahami makna dosa menurut ajaran Gereja Katolik, khususnya mengenai perbedaan antara dosa awal dan dosa asal, penyebab terjadinya, serta bagaimana dosa asal diwariskan kepada seluruh umat manusia. Materi ini disampaikan agar para katekumen memiliki dasar iman yang benar sebelum menerima sakramen-sakramen inisiasi dalam Gereja Katolik.

Selain menjelaskan hakikat dosa, Zetra juga menguraikan berbagai akibat yang ditimbulkan oleh dosa, yaitu rusaknya relasi manusia dengan Allah, sesama, diri sendiri, dan alam ciptaan. Melalui penjelasan yang bersumber dari Kitab Suci dan ajaran Gereja, para peserta diajak untuk menyadari bahwa dosa bukan hanya persoalan pelanggaran pribadi, tetapi juga membawa dampak yang luas terhadap kehidupan manusia.

Penyuluhan ini juga menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan manusia tetap berada dalam keadaan berdosa. Melalui karya penyelamatan Yesus Kristus, manusia memperoleh harapan baru untuk dipulihkan dan diperdamaikan dengan Allah. Peserta diajak memahami bahwa Sakramen Baptis menjadi awal kehidupan baru yang membebaskan manusia dari dosa asal serta membuka jalan menuju keselamatan dalam Kristus.

Dalam kesempatan tersebut, Zetra Hail Saragih, S.Fil., berharap agar seluruh peserta semakin memahami ajaran iman Katolik dan mampu menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. “Memahami dosa bukan untuk membuat kita takut, melainkan agar kita semakin menyadari besarnya kasih Allah yang memulihkan manusia melalui Yesus Kristus. Semoga setiap katekumen semakin mantap melangkah dalam perjalanan imannya menuju kehidupan baru di dalam Kristus,” ujar Zetra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *