Jelang Perayaan Misa, Penyuluh KUA Medan Sunggal, Sampaikan Tata Gerak Liturgi Melalui Katekese Lima Menit

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, menyampaikan materi tentang Tata Gerak Liturgi dalam Perayaan Ekaristi melalui kegiatan Katekese Lima Menit pada Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 09.45 WIB tersebut dilaksanakan sebelum Perayaan Misa di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang beralamat di Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

Katekese singkat ini diikuti oleh umat yang hadir dalam Perayaan Ekaristi sebagai bagian dari pembinaan iman yang rutin dilaksanakan sebelum Misa. Melalui penyuluhan ini, umat diajak untuk memahami bahwa setiap gerakan dan sikap tubuh dalam liturgi memiliki makna rohani yang mendalam serta menjadi ungkapan iman dan penghormatan kepada Allah.

Dalam penyampaiannya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan berbagai tata gerak liturgi yang dilakukan selama Perayaan Ekaristi, seperti berdiri sebagai tanda penghormatan dan kesiapsediaan mendengarkan Sabda Tuhan, duduk sebagai sikap mendengarkan dan merenungkan, serta berlutut sebagai ungkapan penyembahan dan kerendahan hati di hadapan Tuhan. Selain itu, umat juga diingatkan mengenai makna membuat Tanda Salib, membungkukkan badan, serta menyambut Komuni Kudus dengan penuh hormat sesuai ketentuan Gereja.

Penyuluh menekankan bahwa tata gerak liturgi bukan sekadar kebiasaan atau formalitas, melainkan bentuk partisipasi aktif umat dalam perayaan suci. Dengan memahami makna di balik setiap gerakan, umat diharapkan dapat mengikuti Perayaan Ekaristi dengan lebih sadar, khidmat, dan penuh penghayatan.

Melalui kegiatan Katekese Lima Menit ini, diharapkan umat semakin memahami tata gerak liturgi yang benar dan mampu menghayati setiap bagian Perayaan Ekaristi dengan iman yang lebih mendalam. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan dan pembinaan yang dilakukan oleh Roni Antonius Sitanggang sebagai Penyuluh Agama Katolik KUA Sunggal dalam mendukung pertumbuhan iman umat di lingkungan Gereja.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *