Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., kembali melaksanakan bimbingan kerohanian di RSU USU Medan, Jalan Dr. Mansyur No. 66, Kota Medan, Senin (29/6/2026). Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin ini bertujuan memberikan penguatan spiritual kepada pasien melalui kunjungan dari satu ruang perawatan ke ruang lainnya. Pada kesempatan tersebut, materi yang disampaikan mengangkat tema “Sabar dan Salat sebagai Penolong.”
Dalam penyampaiannya, Paidi mengajak para pasien untuk tetap tegar menghadapi ujian sakit dengan memperkuat kesabaran dan menjaga ibadah salat. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 153, “Wahai orang-orang yang beriman! Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Menurutnya, sakit merupakan ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan penuh keikhlasan dan keyakinan kepada-Nya.
“Penyakit yang Allah SWT berikan merupakan ujian bagi setiap hamba. Agar kita mampu melewati ujian tersebut, obat yang pertama adalah bersabar, kemudian memperbanyak salat sebagai bentuk penghambaan dan penyempurnaan iman kepada Allah SWT,” ujar Paidi di hadapan para pasien. Ia juga mengingatkan bahwa kesembuhan tidak hanya diupayakan melalui ikhtiar medis, tetapi juga dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan ibadah.
Bimbingan kerohanian tersebut berkolaborasi dengan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Kota, Imam Pratomo, M.H.I yang turut memberikan motivasi kepada para pasien. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh pasien untuk tetap optimis menjalani proses pengobatan. “Jangan pernah kehilangan harapan. Tetaplah optimis, karena semangat dan keyakinan akan menjadi kekuatan dalam ikhtiar memperoleh kesembuhan. Insya Allah, Allah SWT akan memberikan jalan terbaik,” tutur Imam Pratomo. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang berlangsung khusyuk dan menyentuh hati para pasien.
Melalui kegiatan bimbingan kerohanian ini, KUA Kecamatan Medan Sunggal terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Diharapkan, penguatan spiritual yang diberikan dapat menumbuhkan kesabaran, ketenangan batin, serta semangat untuk sembuh sehingga para pasien mampu menghadapi ujian dengan penuh keimanan dan tawakal kepada Allah SWT.
Bimbingan kerohanian di RSU USU Medan menjadi wujud nyata kepedulian KUA Kecamatan Medan Sunggal dalam mendampingi pasien melalui pendekatan spiritual. Dengan menjadikan sabar dan salat sebagai kekuatan utama, diharapkan pasien memperoleh ketenangan hati, meningkatkan keimanan, serta memiliki semangat dan optimisme dalam menjalani proses penyembuhan.(Paidi).

