Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Abdul Muthalib, menyampaikan tausiyah yang sarat motivasi tentang pentingnya menghadiri majelis ilmu dan dzikir sebagai sarana memperkuat keimanan serta menenangkan jiwa di tengah kesibukan kehidupan modern.
Dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan, beliau mengangkat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad, di mana Rasulullah bersabda:
“Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah (nikmatilah).” Para sahabat bertanya, “Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, “Halaqah-halaqah dzikir (majelis dzikir dan ilmu).”
Dalam penjelasannya, Abdul Muthalib menerangkan bahwa yang dimaksud dengan “taman surga” (Riyadhul Jannah) bukan hanya surga yang akan dinikmati di akhirat, tetapi juga suasana penuh ketenangan, rahmat, dan keberkahan yang dirasakan oleh orang-orang yang menghadiri majelis ilmu dan dzikir di dunia.
Beliau menjelaskan bahwa majelis ilmu merupakan tempat di mana umat Islam dapat memperdalam pemahaman agama, mulai dari persoalan ibadah, akhlak, muamalah, hingga pemahaman terhadap Al-Qur’an dan hadits. Oleh karena itu, majelis ilmu menjadi salah satu jalan yang mengantarkan seseorang menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Lebih lanjut, Abdul Muthalib menguraikan makna kata farta’u dalam hadits tersebut, yang secara bahasa menggambarkan hewan ternak yang menemukan padang rumput subur lalu menikmatinya dengan leluasa. Menurutnya, Rasulullah mengajarkan agar umat Islam tidak melewatkan kesempatan menghadiri majelis ilmu, tetapi justru singgah, duduk, dan mengambil manfaat sebanyak-banyaknya untuk “memberi makan” hati dan jiwa dengan ilmu serta keimanan.
“Di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini, majelis ilmu adalah oase yang menyejukkan hati. Di sanalah kita mendapatkan ketenangan, petunjuk, dan bekal untuk menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama,” ujarnya.
Melalui penyuluhan ini, Abdul Muthalib mengajak masyarakat untuk semakin aktif menghadiri pengajian, majelis taklim, dan berbagai forum kajian Islam sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari jamaah yang hadir. Mereka berharap kajian-kajian keagamaan seperti ini terus dilaksanakan sebagai sarana memperkaya wawasan keislaman sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

