Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus berupaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) di berbagai majelis taklim. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Johor, Alhuda, S.Sos.I., yang memberikan bimbingan kepada jamaah Majelis Taklim Al-Ikhlas di Jalan Pelajar, Medan, Senin (29/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Alhuda mengangkat tema “Perbanyak Teman dan Teman Sejati Kita adalah Amal Saleh”. Materi ini disampaikan untuk mengingatkan jamaah tentang pentingnya membangun pergaulan yang baik sekaligus memperbanyak amal kebajikan sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Di hadapan jamaah, Alhuda menjelaskan bahwa Islam menganjurkan umatnya untuk menjalin silaturahmi dan memperluas persaudaraan. Namun demikian, seorang muslim juga harus cermat dalam memilih lingkungan pergaulan agar senantiasa terdorong kepada kebaikan dan ketakwaan.
Kegiatan bimbingan tersebut juga menjadi sarana bagi jamaah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penyuluhan yang rutin dilaksanakan, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memperkuat hubungan sosial yang positif sekaligus memperbanyak amal yang bermanfaat bagi sesama.
Menurutnya, amal saleh merupakan sahabat sejati yang akan terus menyertai manusia, bahkan ketika harta, jabatan, dan kedudukan tidak lagi memberikan manfaat.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan seorang muslim tidak hanya diukur dari banyaknya relasi atau pencapaian duniawi yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi kebaikan yang ditinggalkan untuk sesama. Amal saleh, kata dia, akan menjadi penolong dan pemberat timbangan kebaikan yang terus mengalir manfaatnya hingga akhir hayat.
“Teman yang baik akan mengajak kita kepada kebaikan, tetapi teman sejati yang tidak pernah meninggalkan kita adalah amal saleh yang kita kerjakan. Karena itu, selain memperbanyak silaturahmi dan persaudaraan, kita juga harus memperbanyak amal kebajikan sebagai bekal yang akan menemani kita di dunia maupun di akhirat,” ujar Alhuda.
Ia juga mengajak jamaah untuk memanfaatkan waktu dan kesempatan yang dimiliki dengan memperbanyak ibadah, membantu sesama, menjaga akhlak, serta aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan bimbingan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Jamaah Majelis Taklim Al-Ikhlas tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan dan berdiskusi mengenai pentingnya menjaga lingkungan pergaulan yang positif di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, diharapkan jamaah semakin memahami pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang positif serta membiasakan diri untuk memperbanyak amal saleh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai keislaman tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

