Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus mengintensifkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) di berbagai majelis taklim. Salah satunya dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Barat, H. Abdullah Hakim, yang memberikan penyuluhan kepada jamaah Majelis Taklim Al Bayyan pada Senin (29/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, H. Abdullah Hakim mengangkat tema “4 Cara Menata Hati dan Niat di Bulan Muharram”. Materi ini disampaikan sebagai pengingat bagi jamaah agar menjadikan bulan Muharram sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas iman dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
Di hadapan jamaah, ia menjelaskan bahwa pergantian tahun Hijriah hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian waktu semata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki amal ibadah. Menurutnya, hati yang bersih dan niat yang lurus merupakan kunci utama dalam menjalani kehidupan yang penuh keberkahan.
Dalam penyuluhan tersebut, Abdullah Hakim memaparkan empat langkah penting dalam menata hati dan niat di bulan Muharram, yaitu memperbanyak taubat, meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT, memperbanyak amal saleh, serta menjaga keikhlasan dan istiqamah dalam beribadah.
Ia menambahkan bahwa setiap amal yang dilakukan akan bernilai di sisi Allah apabila dilandasi niat yang benar dan dikerjakan dengan penuh keikhlasan. Karena itu, Muharram menjadi waktu yang tepat bagi setiap muslim untuk memperbaharui komitmen dalam beribadah dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
“Bulan Muharram adalah momentum hijrah, bukan hanya berpindah tempat, tetapi berhijrah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih diridhai Allah. Mari kita mulai dengan membersihkan hati, memperbaiki niat, memperbanyak taubat dan amal saleh, sehingga tahun Hijriah yang baru menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan,” ujar Abdullah Hakim.
Ia juga mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga keikhlasan dalam setiap amal ibadah serta tidak mudah berputus asa dalam memperbaiki diri. Menurutnya, istiqamah dalam kebaikan merupakan salah satu tanda diterimanya usaha seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan penuh antusias. Jamaah Majelis Taklim Al Bayyan aktif mengikuti materi yang disampaikan dan memanfaatkan sesi diskusi untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya menata hati dan niat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, diharapkan jamaah semakin termotivasi untuk menjadikan bulan Muharram sebagai titik awal perbaikan diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat keikhlasan dalam menjalankan setiap aktivitas. Dengan demikian, semangat hijrah tidak hanya menjadi slogan, tetapi terwujud dalam perubahan sikap, akhlak, dan amal nyata yang membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

