Lewat Pembinaan Rohani di RS USU, Kemenag Medan Perkuat Ketahanan Spiritual Masyarakat

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat ketahanan spiritual masyarakat melalui berbagai program pembinaan keagamaan yang menjangkau berbagai lapisan dan lingkungan kehidupan, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan rohani yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Dr. Mansyur, Medan, Senin (29/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 11.00 WIB tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam Muhammad Arsyad, S.H.I., dan Raidah Sitorus, S.Ag. Melalui pembinaan rohani yang diberikan, peserta diajak untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kesabaran, serta menumbuhkan sikap optimis dan tawakal dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Pembinaan rohani menjadi salah satu bentuk layanan keagamaan yang penting dalam mendukung kesehatan mental dan spiritual masyarakat. Selain memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menghadirkan ketenangan batin serta membangun semangat positif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Muhammad Arsyad menegaskan bahwa ketahanan spiritual merupakan fondasi penting bagi seseorang dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan kehidupan. Menurutnya, kedekatan kepada Allah SWT akan membantu seseorang tetap kuat, tenang, dan optimis dalam berbagai keadaan.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai keimanan perlu terus dipupuk melalui ibadah, doa, dan sikap tawakal agar mampu menjadi sumber kekuatan batin yang berkelanjutan.

“Dalam setiap keadaan, seorang muslim harus tetap menjaga kedekatannya dengan Allah SWT. Ketika hati dipenuhi keimanan dan keyakinan kepada-Nya, maka setiap ujian akan terasa lebih ringan untuk dijalani. Karena itu, mari kita perkuat ibadah, perbanyak doa, dan senantiasa berprasangka baik kepada Allah,” ujar Muhammad Arsyad.

Sementara itu, Raidah Sitorus mengajak peserta untuk menjadikan setiap kondisi kehidupan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah serta memperkuat kualitas keimanan dan kesabaran.

Menurutnya, tantangan dan ujian yang dihadapi dalam kehidupan hendaknya tidak menjadi alasan untuk berputus asa. Sebaliknya, setiap peristiwa dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan rasa syukur, memperkuat ketergantungan kepada Allah SWT, serta menumbuhkan sikap positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Agama mengajarkan kita untuk selalu optimis, sabar, dan bersyukur dalam setiap kondisi. Dengan memperkuat keimanan dan menjaga hubungan baik dengan Allah serta sesama manusia, insya Allah kita akan mampu menghadapi berbagai persoalan hidup dengan lebih tenang dan penuh harapan,” ungkap Raidah Sitorus.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan serta aktif berdiskusi mengenai pentingnya menjaga kesehatan spiritual di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

Lewat pembinaan rohani yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Kemenag Medan berharap masyarakat memiliki ketahanan spiritual yang semakin kuat, sehingga mampu menghadapi berbagai persoalan hidup dengan penuh kesabaran, optimisme, dan keimanan yang kokoh. Dengan demikian, kehidupan yang harmonis, sehat secara mental dan spiritual, serta berlandaskan nilai-nilai agama dapat terus terwujud di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *