Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal kembali melaksanakan bimbingan kerohanian rutin bagi warga binaan di Panti Rehabilitasi Korban NAPZA Kiki Alam Jaya, Jalan Seroja Raya, Tj. Selamat, Kota Medan, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan mental dan spiritual kepada para peserta rehabilitasi agar semakin dekat kepada Allah SWT, memiliki semangat untuk berubah, serta terus berikhtiar meraih kesembuhan lahir dan batin. Bimbingan tersebut dipandu oleh penyuluh agama Islam Paidi, S.Ag. dan Drs. H. Fuji Ma.
Dalam penyampaiannya, Paidi mengangkat tema “Kenali Dirimu Maka Kamu Akan Mengenal Tuhanmu.” Ia menjelaskan bahwa proses perubahan hidup harus diawali dengan kesadaran mengenali diri sendiri, menyadari kekurangan, kesalahan, serta potensi yang dimiliki. Menurutnya, pengenalan terhadap diri menjadi pintu masuk untuk semakin mengenal kebesaran dan kasih sayang Allah SWT.
Lebih lanjut beliau mengatakan, “Kenalilah dirimu maka kamu akan mengenal Tuhanmu. Salah satu jalan memperoleh hidayah adalah mengenali diri sendiri. Bagaimana kita bisa berubah jika kita belum menyadari siapa diri kita. Ketika seseorang mampu mengenali dirinya, ia akan lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki kehidupannya.” ujar Paidi dihadapan warga binaan
Sementara itu, Fuji mengajak seluruh warga binaan untuk selalu menghadirkan kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa melihat dan mengawasi setiap perbuatan manusia. “Di mana pun kita berada, Allah selalu bersama kita. Tanamkan dalam diri bahwa pengawasan Allah tidak pernah luput. Karena itu, bersandarlah kepada Allah, perbanyak ibadah, jauhi perbuatan dosa, dan yakinlah bahwa pertolongan-Nya akan datang bagi hamba yang bersungguh-sungguh memperbaiki diri,” ujar Fuji
Melalui bimbingan kerohanian ini, diharapkan para warga binaan semakin memiliki kesadaran untuk mengenali diri, memperkuat keimanan, serta menjadikan kedekatan kepada Allah SWT sebagai bekal utama dalam menjalani proses rehabilitasi. Dengan semangat hijrah dan tekad yang kuat, mereka diharapkan mampu meninggalkan masa lalu, membangun kehidupan yang lebih baik, dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
Apabila diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih sesuai dengan gaya penulisan Humas Kementerian Agama Kota Medan.(Paidi).

